Jo dan Rendy Garap Soundtrack Film “Asmara Mantra”

Jo dan Rendy

RiauKepri.com, PEKANBARU – Jo panggilan akrab Juliana dan Rendy Tri Wahyudi mahasiswa Program Studi Sastra Melayu, FIB, Unilak dipercaya menggarap soundtrack film “Asmara Mantra” yang disutradari Hang Kafrawi. Dua anak muda asal Kabupaten Inderagiri Hilir (Inhil) ini merupakan personil kelompok musikalisasi Kesara yang berisi mahasiswa FIB Unilak.

Memdapat kesempatan menggarap soundtrack film, Jo dan Rendy tidak menyia-siakan. Selama dua minggu lagu tersebut akhirnya tercipta dari dua anak muda ini.

“Yang pastinya perasaan saya sangat senang sekali, karena telah dipercayai untuk membuat soundtrack film ini, dan merasa sangat bangga diminta langsung oleh penulis liriknya sendiri, bapak Hang Kafrawi selaku sastrawan Riau sekaligus dosen saya, dan juga sutradara dalam film ini,” jelas Jo kepada riaukepri.com, Jumat malam (27/9/2019).

Baca Juga :  𝗣𝗲𝗺𝗸𝗼 𝗠𝗲𝗺𝘂𝗴𝗮𝗿 𝗠𝗼𝗻𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗹𝗮𝘆𝘂, 𝗔𝗺𝘀𝗮𝗸𝗮𝗿: 𝗜𝗻𝗶 𝗜𝗸𝗼𝗻 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺

Jo juga menjelaskan proses kreatifnya dalam melahirkan soundtrack “Asmara Mantra” tersebut. Menurut Jo, kesulitan dalam mengharap lagu untuk sountrack film ini pada pencarian nada. Hal ini, kata Jo, lirik yang dibuat Hang Kafrawi harus diterjemahkan terlebih dahulu.

“Di bagian mencari nada, saya agak kesulitan mengaitkan kata-kata dalam liriknya dengan nada untuk mendapatkan suasna yang pas. Lirik yang dibuat bapak Hang Kafrawi ini untuk porsi saya terasa berat sekali, karena dalam kata-katanya kita perlu banyak memaknai terlebih dahulu dan berpikir apa kehendak lirik tersebut. Selama beberapa hari saya berusaha mencari nada untuk menyatukan lirik ke irama,” ucap mahasiswi semester tujuh ini.

Baca Juga :  Alfedri Buka Sosialisasi Program PTSL Kedua di Sabak Auh

Jo juga menceritakan bahwa dalam berkarya dia selalu melakukan perenungan. Dalam perenungan inilah dia membayangkan suasana dari kata-kata dan mereka-reka irama yang hendak dipakai.

“Kebiasaan saya, setelah nada saya dapatkan, saya merekam nada-nada tersebut dan kemudian saya mintak tolong dengan rekan saya untuk mencari chord dari nada yang saya buat. Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya Rendy. Ia juga sangat paham dengan kehendak musik yang saya buat,” ucap Jo sambil tersenyum.

Inspirasi, kata Jo, selalu datang kapan saja. Kadang, menurut Jo, irama itu datang ke kepalanya ketika ia sedang naik motor, berkumpul dengan kawan-kawan.

Baca Juga :  Pasang Billboard Besar, Golkar Ajak Masyarakat Dumai Bersatu Cegah Covid-19

“Inspirasi ini tidak saya biarkan berlalu. Saya langsung merekamnya, walaupun sedang berkumpul dengan orang ramai, nada-nada saya rekam menggunakan hp,” ucap gadis kelahiran Mandah ini.

Tidak jauh dengan Jo, Rendy juga menyampaikan beberapa kesulitan dalam menggarap soundtrack film ‘Asmara Mantra’. Menciptakan nada yang pas dengan lirik, kata Rendy, memerlukan ketajaman imajinasi, sehingga irama dan lirik pas.

“Memadankan irama dengan kata-kata puitis yang penuh makna memang agak sulit. Irama yang kita ciptakan harus menjadi penguat liril, bukan sebaliknya, melemahkannya. Kalau hal ini terjadi, gagallah lagu yang kita buat,” ucap Rendy mahasiswa semester tiga kelahiran Sanglar ini. (RK2)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *