Tak Masalah Jadi Wakil, Amris Serahkan Formulir ke DPD PAN Dumai

Calon kandidat Pilkada Dumai Amris SSy menyerahkan formulir pendaftaran kepada DPD PAN Dumai

RiauKepri.com, Dumai – Bakal Calon (Balon) peserta Pilkada Dumai Amris SSy kembali mendatangi ‘Rumah DPD’ PAN di jalan Husni Thamrin/ Dock Yeard Dumai Sabtu (28/09/19) petang kemarin

Tokoh Dumai yang sudah pernah maju sebagai calon Walikota Dumai 2015 lalu itu mengembalikan Formulir Pendaftaran Balon peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Dumai tahun 2020 kepada pengurus partai besutan Amin Rais itu.

“Ya barusan ke DPD PAN mengembalikan formulir,” kata Amris kepada Riau-Kepri.com melalui WA

Baca Juga :  Cegah dan Kendalikan Covid-19, Kwarcab Indragiri Hilir Gelar Diklat Satgas Pramuka Peduli

Menjawab pertanyaan ke partai apa saja yang sudah mendaftar. Menurut Amris selain ke PAN, dia juga sudah mendaftar ke PKS Dumai. “Baru dua, PAN dan PKS,” jelasnya.

Ketua Tim Pilkada DPD PAN Dumai H. Syafrizal Nurdin, menjelaskan sejak pendaftaran, sejumlah kandidat balon sudah mengambil formulir ke DPD PAN Dumai.

Diantaranya, mantan anggota DPRD Dumai dari PAN, Zainal Abidin SH, Paisal SKM, dr Taufan dan Amris.SSy. Sesuai keputusan tim Pilkada DPD PAN Dumai pendaftaran balon tak ada pungut biaya alias gratis.”Pendaftaran gratis,” jelasnya.

Baca Juga :  Bebaskan Dimas Dari Dakwaan...!

Dibukanya pendaftaran balon peserta Pilkada Dumai untuk memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik Kota Dumai untuk maju sebagai pemimpin Dumai tahun 2020 dengan menggunakan kenderaan DPD PAN.

“DPD PAN Dumai mencari calon kepada daerah yang bisa membangun sumber daya manusia yang sehat, terdidik dan berdaya saing, ” tambah Ketua DPD PAN Dumai Hasrizal SH.

Seperti diketahui, pada Pilkada 2015 silam, Amris maju sebagai calon walikota Dumai melalui jalur independent. Namun, untuk Pilkada tahun 2020, Amris akan maju melalui jalur Partai Politik.

Baca Juga :  Gubri Tinjau Lokasi Pelabuhan RoRo yang Merangkai Dumai-Melaka

Bahkan Amris juga mengaku tak mematok jadi nomor satu (walikota) atau nomor dua (wakil walikota) Dumai.

“Saya tak masalah nomor satu atau nomor dua,” katanya dan menambahkan, jika dia terpilih jadi wakil walikota harus dilibatkan dalam segala kebijakan.

“Tak masalah jadi wakil, namun dalam segala kebijakan saya harus dilibatkan,” tegasnya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *