Kasus Korupsi UED SP Bukit Batu, Penyidik Pidsus Kejari Bengkalis Sudah Kantongi Tiga Nama Tersangka

Agung Irawan

RiauKepri.com, BENGKALIS – Setelah sekitar sebulan dilakukan penyelidikan secara intensif, kasus dugaan penyalahgunaan pengelolaan rekayasa atau pinjaman fiktif terhadap anggaran Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Desa Bukit Batu, Tim Penyidik dari seksi Pidana Kusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis akhirnya sudah mengantongi tiga nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Semakin ‘terangnya’ kasus ini, setelah dilakukan eskpos gelar perkara kemarin Sabtu (2/10/2019) oleh tim penyidik untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

“Mulai hari ini sudah naik tingkat ke penyidikan, terhadap kasus pengelolaan fiktif UED SP Desa Bukit Batu. Kemungkinan ada tiga nama yang akan kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini masih sprintdik umum, jadi kami belum bisa ekspos siapa saja tersangkanya yang terlibat ini,” ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bengkalis, Agung Irawan, SH, MH kepada sejumlah awak media, Rabu (2/10/19).

Baca Juga :  PDP Dumai Bertambah, 1┬áPasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Tentang kerugiannya, penyelidikan kasus dilakukan selama sekitar 30 hari dan ditangani oleh dua orang aparat Pidsus Kejari Bengkalis ini, belum dapat dipastikan. Karena Tim Penyidik masih menunggu hasil koordinasi dan penghitungan dari Inspektorat. Namun ditaksir berkisar Rp 1 miliar lebih atau turun dari perkiraan sebelumnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen di UIN Suska Riau dan salah satu perguruan tinggi di Bengkalis ini menyebutkan dalam proses penyelidikan pihaknya sudah memeriksa sebanyak 71 orang saksi.

“Totalnya ada 71 orang yang kami periksa. Diantaranya, kepala desa, struktur pengurus UED SP, juga termasuk masyarakat serta dinas yang terkait,” kata Agung.

Baca Juga :  Adoi, Warga Pakning Antre Berjam-jam Mendapat Gas Elpiji 3 Kg

Penyidik Pidsus Kejari Bengkalis menargetkan kasus dugaan fiktif pengelolaan anggaran UED SP Bukit Batu itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor sekitar sebulan yang akan datang.

“Target kami akan dilimpahkan ke PN Tipikor sekitar sebulan mendatang bersamaan dengan tersangkanya,” tegasnya. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *