HUT TNI ke-74 di Dumai Hadi Tjahjanto; Waspadai Fenomena Kebangkitan PKI

RiauKepri.com, DUMAI – Sudah menjadi rutinitas dan kontiniu, setiap tanggal 5 Oktober dilaksanakan upacara peringatan HUT TNI di Indonesia.

Begitu pula di Dumai, Sabtu (07/0/10/19) upacara peringatan HUT TNI ke 74 Tahun 2019 dilaksanakan di lapangan upacara Makodim 0320/ Dumai.

Dalam acara yang dihadiri staf ahli Walikota Dumai H Syamsudin ST tersebut, TNI/ POLRI bergabung dalam pelaksanaan upacara yang dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Komandan Satradar 232 Dumai, Letkol (Lek) Chandra Kelana.

Anggota Forkompimda Kota Dumai, Pengurus LAM R kota Dumai, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta pimpinan perusahaan beserta para veteran dan undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanatnya menyebutkan penyelenggaraann HUT TNI pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dan sedang dilaksanakan.

Baca Juga :  TP PKK Api-api Bagikan 1.500 Masker untuk Masyarakat

HUT TNI ke- 74 dengan thema, “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat” mengisyaratkan bahwa TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat.

Untuk itu ssegenap prajurit TNI diminta untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, menjunjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, pegang teguh disiplin keprajuritan, bina solidaritas satuan, selalu hadir ditengah-tengah anggota dan masyarakat.

Prajurit PNI juga harus selalu berinovasi dan berkreasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman Proxy War dan cyber war yang menjadi ancaman nyata bangsa saat ini. “Waspadai merebaknya fenomena kebangkitan PKI,” pintanya Komandan Satradar 232 Dumai, Letkol (Lek) Chandra Kelana mengutip amanat panglim TNI

Baca Juga :  Usai Pendidikan di Singapura, Syamsuar Akan Terapkan Gagasan Baru untuk Riau

Dijelaskan, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.

Hal tersebut telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi.

“Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” tuturnya.

Potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat, dan ancaman militer TNI harus siap menghadapinya,” kata Letkol Chandra.

Baca Juga :  Adoi! OPD di Meranti Belum Laporkan Progres Secara Rinci

Sesuai oantauan, puncak peringatan HUT TNI di Kita Dumai berjalan aman, damai dan hikmad.

Bahkan disela-sela upacara dilakukan pemotongan tumpeng. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan persembahan tarian Bukit Barisan oleh seluruh peserta upacara.

“Semoga TNI semakin jaya, dan bekerja maksimal berada ditengah-tengah masyarakat. Memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dimana pun berada,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI dan atas nama seluruh prajurit, PNS TNI beserta keluarga besar TNI, mengucapka rasa hormat dan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya para prajurit terbaik TNI dalam melaksanakan tugas negara.

“Kami akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan, kesabaran dan ketsbahan,” ujarnya Panglima TNI akhirnya. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *