Nanik Kushartanti Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Gantikan Heru Winoto

Jajaran Kejari Bengkalis beberapa waktu lalu

RiauKepri.com, BENGKALIS – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Heru Winoto SH, MH dimutasi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, jabatan Kajari Bengkalis digantikan oleh Nanik Kushartanti SH, MH.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP -280 /A/JA/09/2019 tanggal 26 September 2019. Heru Winoto SH,MH menjabat sebagai Kajari Gresik, Provinsi Jawa Timur, sedangkan penggantinya Nanik Kushartanti SH,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Kejaksaan Tinggi (Kajati) Manado.

Heru Winoto SH,MH menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis sekitar 2 tahun lalu. Berbagai pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ditangain pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis. Mutasi yang dilakukan Jaksa Agung merupakan hal biasa guna penyegaran baik di instansi vertikal manapun.

Baca Juga :  Ilmu Kelautan Modal Warga Meranti Kerja di Perusahaan Maritim

“Iya, Surat Keputusan (SK) saya sudah keluar. Saya saat ini sedang berada di Jawa,” ungkap Heru Winoto SH, MH singkat sesuai pesan singkat beredar dikalangan awak media di Kabupaten Bengkalis, Kamis (10/10/2019).

Saat dikonfirmasikan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis Agung Irawan SH,MH juga membenarkan kabar pergantian pucuk pimpinan penegak hukum Kejaksaan Negeri Bengkalis tersebut.

“Pergantian pimpinan Kajari Bengkalis memang benar, Pak Heru Winoto berdasarkan SK menjabat sebagai Kajari Gresik, Provinsi Jawa Timur. Sedangkan penggantinya Ibu Nanik Kushartanti merupakan wanita pertama kali menjabat sebagai Kajari Bengkalis,” ungkap Dosen STIE Bengkalis ini.

Baca Juga :  Kejari Bengkalis Raih Peringkat Satu Eksaminasi Umum Berkas Perkara se Riau

Sebagai catatan, sejak kepemimpinan Kajari Heru Winoto mengungkap tindak pidana korupsi melibatkan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis Jafaar Arif bersama pihak rekanan Yahdi dinyatakan bersalah melakukan penyimpangan dana operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang GT 776 sehingga merugikan negara mencapai Rp 1,2 miliar.

Kedua tersebut sudah divonis terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Bumi Siak Pusako Resmi Teken Kontrak Gross Split Kelola Blok CPP

Saat ini Kejaksaan Negeri Bengkalis sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam desa Bukit Batu, Kecamatan Bengkalis merugikan negara sekitar Rp 1 miliar lebih. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *