Alumni FIB Unilak Lini Terdepan Pembangunan Kebudayaan di Riau

Alumni FIB Unilak berfoto bersama

RiauKepri.com, PEKANBARU – Sebagai sarjana pilihan dengan latarbelakang satu-satunya yang berfokus pada budaya, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (FIB Unilak) hendaknya dapat menjadi tuan rumah di lini terdepan pada visi misi Provinsi Riau. Begitu ditegaskan Ketua IKA FIB Unilak, Safari Ar Riziq, S.Hum., di hadapan peserta Yudisium Angkatan XXXIII FIB Unilak, Kamis (10/10/2019).

“Fakultas Ilmu Budaya Unilak dengan prodi-prodinya merupakan satu-satunya yang berfokus pada kebudayaan di Provinsi Riau ini. Ini tentu merupakan peluang bagi para alumninya dalam menjawab tantangan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau pada visi misinya yang ingin menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara,” ucapnya saat memberi sambutan pada acara yang digelar di Ruang Seminar FIB Unilak, Pekanbaru itu.

Baca Juga :  Mogok Kerja, PT Mentari dan Petani Merugi

Untuk bisa mencapainya, terang pria yang akrab disapa Riziq itu, adalah dengan bersatunya para alumni-alumni FIB Unilak. Dengan begitu, kekuatan untuk mencapai cita-cita itu tentu akan semakin kuat.

“Kita punya wadahnya yakni Ikatan Keluarga Alumni FIB Unilak. Wadah ini merupakan rumah besar kita. Dengan wadah ini pula kita dapat membentuk barisan kekuatan agar kita benar-benar menjadi garda terdepan dan menjadi tuan rumah pada program-program berbasis kebudayaan yang kini memang sangat difokuskan di tanah Melayu Riau ini,” papar Riziq.

Baca Juga :  Sandiaga ke Riau, Emak-emak Mengelinjang, Ini Kata Pengamat Politik

Saat ini, sambung Riziq, program-program yang dijalankan Pemprov Riau dalam mewujudkan visi misi menjadi pusat kebudayaan Melayu tersebut belumlah terasa berjalan maksimal. Kalaupun ada, saat ini sifatnya masih seremonial.

“Ini tentu sangat disayangkan. Visi misi yang begitu mulia itu belum bisa berjalan maksimal padahal penetapannya sudah bertahun-tahun yang lalu. Tapi apakah kita ini bisa menyalahkan Pemprov begitu saja? Tentu tidak, sebab secara moral sebagai alumnus satu-satunya yang berbasis kebudayaan di Riau ini, tentu kita para alumni FIB Unilak mempunyai kewajiban membantu mensukseskan itu,” imbuh Riziq.

Baca Juga :  Agar Proses Pemerintahan Berjalan, Andi Rahman Tak Menggugat Hasil Pilkada

Sebagai informasi, Yudisium Angkatan XXXIII FIB Unilak kemarin diikuti oleh 50 orang calon wisudawan dan wisudawati. Dibuka oleh Dekan FIB Unilak, Hermansyah SS MA, acara ini diikuti langsung oleh Wakil Rektor I Unilak, Dr Junaidi MHum, yang kebetulan juga merupakan bagian dari keluarga besar FIB Unilak.

Selain itu, tampak pula hadir disana budayawan Riau Tuan Guru Haji Syafruddin Saleh Sai Gergaji. Adapula budayawan Dr Ahmad Darmawi atau yang lebih dikenal dengan nama GP Ade Darmawi yang berkesempatan pula memberikan orasi ilmiahnya bertemakan Nilai-nilai Keluhuran Melayu Dalam Khazanah Beraksaraan.(RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *