Malam Jumat Menjulang Budaya di Siak, Ini Harapan Gubri

Silat penyambutan kedatangan Gubernur Syamsuar pada pembukaan Siak Bermadah.

RiauKepri.com, SIAK– Dua peristiwa mendunia dipersembahkan Kabupaten Siak pada Kamis (10/10/2019), atau malam Jumat di panggung Siak Bermadah, Tepian Bandar Sungai Jantan.

Dua peristiwa itu adalah, Festival Siak Bermadah yang diramaikan 11 peserta dalam negeri dan luar negeri. Sedangkan helat yang kedua, Festival Kabupaten Lestari.

Pada helat tahunan Siak Bermadah mengambil tema “Siak Hijau, Siak Lestari.” Sedangkan Festival Kabupaten Lestari bertemakan “Besamo Membelo Siak, Menuju Indonesia Hijau.”

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Riau Drs H. Syamsuar MS.i berserta istri, sejumlah bupati di Indonesia yang ikut menjadi peserta Siak Bermadah, utusan dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan sejumlah pejabat teras Provinsi Riau.

Helat yang diramaikan ratusan masyarakat Siak ini diawali tari persembahan menyambut kedatangan gubernur Riau dan rombongan, kemudian lagu Indonesia Riau dan pembacaan puisi yang dipadukan dengan pembacaan syair.

Baca Juga :  LAMR Minta Hentikan Fitnah Kepada UAS, Mendorong Kasus Ini ke Ranah Hukum

Bupati Siak Drs H. Alfedri MS.i dalam sambutannya mengatakan, Festival Siak Bermadah ini adalah yang 17 kali dilaksanakan, sedangkan Festival Kabupaten Lestari adalah yang kedua kalinya.

Festival Siak Bermadah, jelas Alfedri, adalah rangkaian dari perayaan hari jadi Kabupaten Siak yang ke-20. Helat ini diawali dengan pawai budaya pada siang hari, kemudian terakhir dengan sidang paripurna di DPRD Siak yang diawali dengan jalan santai.

“Siak Bermadah ini adalah upaya kita dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu,” ucap Alfedri.

Baca Juga :  Di Bathin Solapan, Kadis Koperasi Herman dan Komisi III DPRD Bengkalis Berikan Penyuluhan Perkoperasian dan UMKM Kepada Masyarakat

Sebelum gubernur Riau membuka sekaligus memberi sambutan ditampilkan seni budaya Madihin dari Banjarmasin. Aksi madihin memecah suasana, tawapun bergemuruh ketika sang seniman menyebutkan, dia mendapat informasi bahwa Rosidah isteri Alfedri, berasal dari Banjarmasin dan tentunya nanti akan memberi honor tambahan.

Dalam sambutannya Syamsuar menyebutkan, dia sangat bangga Festival Siak Bermadah ini, karena iven tahunan ini menampilkan keberagaman seni dan budaya berbagai daerah. Maka tidak megherankan dalam kegiatan Festival Siak Bermadah setiap tahunnya dihadiri peserta dari kabupaten/kota di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan juga dari negara tetangga.

Oleh karena itu, sambung Syamsuar, Festival Siak Bermadah (FSB) tahun 2019 ini sangat pantas dijulang sebagai wujud cinta terhadap budaya sendiri yang sesungguhnya sangat kaya dengan nilai-nilai seni dan kebudayaan yang bermutu tinggi.

Baca Juga :  Berbagai Kegiatan Budaya Sambut Kunjungan Syamsuar di Meranti

“Perkembangan budaya sebagai pendukung pariwisata di Provinsi Riau, merupakan harapan yang harus diwujudkan. Hal tersebut menjadi tekad dalam menjadikan Provinsi Riau sebagai salah satu tujuan pariwisata di Pulau Sumatera,” ungkap Syamsuar.

Provinsi Riau, jelas mantan bupati Siak itu, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi beragam di bidang kebudayaan, yang patut pula dikembangkan menjadi objek dan daya tarik kepariwisataan, terlebih Kabupaten Siak yang menasbihkan diri sebagai Trully of Malay.

“Harapan saya semua elemen masyarakat untuk bersama melestarikan budaya yang penuh makna dan estitika ini,” ucap Syamsuar. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *