Bagi LAMR, Blok Rokan Adalah Ruang Marwah

Blok Rokan (ilustrasi liputan6)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Bagi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), pengelolaan Blok Rokan, adalah ruang marwah. Di dalamnya bukan saja membawa pesan sosial ekonomi, tetapi juga terutama spritual seperti harga diri dan hak sejati.

“Karena itu, kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk mengelola Blok Rokan melalui badan usaha yang dibentuk LAMR,” kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR), Datuk Seri Al azhar kepada media hari Selasa (15/10).

Selanjutnya, ia mengatakan, “Jadi, kalau ada orang menyayangi sikap LAMR tersebut, misalnya menyayangi LAMR yang berkeinginan mengelola Blok Rokan, hal tersebut meeupakan persoalan pribadi.”

Ia tak menyebut siapa orang yang dimaksudkannya itu. Tapi menurut catatan redaksi, Wan Abu Bakar, kepada media, dalam sebulan ini, sudah dua kali mengeluarkan pernyataan miring terhadap usaha LAMR melalui badan usaha yang dibentuknya, untuk ikut mengelola Blok Rokan. Terakhir, Wan Abu menyayangkan keinginan LAMR tersebut di sebuah mendia online.

Baca Juga :  Lalai, Karena Karlahut Petani di Dumai Ini Ditangkap

Menurut Datuk Seri Al azhar, sejak 2018, LAMR berupaya agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan saat pihak lain belum memikirkannya. Akhirnya, LAMR melalui badan usaha yang dibentuknya dinilai wajar ikut mengelola Blok Rokan dalam rapat berbagai pihak di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 3/10).

Keterlibatan LAMR dalam pengelolaan Blok Rokan adalah di luar participating interest (PI) 10 persen yang memang jatuh ke tangan Pemprov. Ada 39 persen bagian pengelolaan bisa diserahkan Pertamina kepada pihak luar termasuk badan usaha milik LAMR. Jadi LAMR tak campur PI 10 persen yang menjadi domain Pemprov.

Baca Juga :  Cara Syamsuar Tingkatkan Kwalitas Pendidikan di Riau

Ia mengatakan, tentu yang terlibat tersebut bukan LAMR sebagai organisasi, tetapi badan usaha yang dibentuk oleh LAMR. Hal ini sejalan dengan peraturan daerah mengenai LAMR tahun 2011 yang diperjelas dalam AD/ART sejak 2012.

Pengalaman

Datuk Seri Al azhar mengatakan, pengelolaan Blok Rokan berada di ruang narwah antara lain disebabkan pengalaman selama ini. Contohnya, perjuangan CPP Blok, yang pada awalnya digerakkan dari LAMR, tetapi kemudian sampai sekarang, sama sekali tidak melibatkan lembaga tersebut. “Jadi, kami tidak mau masuk ke dalam lubang yang sama,” kata Datuk Seri Al azhar.

Baca Juga :  Peralihan Blok Rokan, LAMR Berharap Jangan Jadi Ladang Perburuan

Ia menyebutkan bahwa keterlibatan LAMR dalam pengelolaan Blok Rokan, terutama agar cita-cita perjuangan pengelolaan Blok Rokan untuk kepentingan masyarakat adat maupun pendidikan dapat lebih terjamin. Apalagi sebagaian besar lahan Blok Rokan itu berada dalam wilayah adat.

LAMR melalui anak perusahan yang dibentuknya, sudah siap melaksanakan amanah pengolaan Blok Rokan itu. Bukan saja kawasan ladang minyak itu merupakan bagian dari hak adat, tetapi juga tersedianya sumber daya manusia, teknis, dan keuangan.

Ia menambahkan, keikutsertaan LAMR dalam mengelola Blok Rokan itu, tentu mengikuti prosedur sebagaimana mustinya. Segala ketentuan tentu diikuti dengan sebaik-baiknya. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *