Ini Pernyataan Ketum MKA LAMR Terkait Pelantikan Priseden dan Wapres RI

Al azhar.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketum MKA LAMR Datuk Seri Al azhar, mengucapkan tahniah atas pelantikan Ir. H. Joko Widodo dan Prof. H. Makruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, masa khidmat 2019-2014, Sabtu (20/10/2019).

Secara umum diharapkan, pelantikan itu menjadi tonggak bagi semua elemen bangsa ini untuk “move on” bukan hanya dari polarisasi dan keretakan sosial karena ‘ritual’ demokrasi 5 tahunan yang sudah berlalu, tapi juga berpikir dan bertindak ke depan untuk menggapai kemajuan dan kebahagiaan.

‘Khusus untuk Riau, kita berharap Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru dilantik memberi perhatian atau kepedulian yang penuh pada masalah-masalah mendesak yang berkaitan dengan hajat hidup mayoritas rakyat Riau ini, wa bil khusus masalah-masalah yang memang menjadi beban pemerintah pusat,” ucap Al azhar.

Baca Juga :  DPMPSP Koordinir Bazar Bengkalis Pada Pameran dan Bazar MTQ ke-38 Riau di Bangkinang

Masalah-masalah itu antara lain kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat adat dan kaum marginal di Riau akibat kebijakan masa lalu, dan kelambanan penyelesaiannya selama 5 tahun terakhir. Misalnya, redistribusi aset dan sumber daya alam melalui reforma agraria dan perhutanan sosial. Meski kebijakannya sudah memadai, tapi penerapan dan realisasinya seperti jalan di tempat.

“Kita berharap, Presiden dan Wapres ‘tancap gas’ merealisasikan pemulihan hak-hak masyarakat adat dan kaum marginal itu, antara lain dengan melecut para pembantunya untuk segera bekerja, dengan keberpihakan yang nyata pada rakyat,” ungkap Al azhar.

Harapan lainnya, rakyat Riau benar-benar bebas dari pengalaman dan ancaman bencana ekologis, terutama jerebu di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Dari segi apapun, jelas itu tidak bisa sepenuhnya dibebankan ke daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Sebab hulu masalahnya, dalam konteks Riau, memang lebih banyak berada di pusat.

Baca Juga :  Hang Kafrawi Menyanyat Hati, Rp 6 Juta Lebih untuk Korban Tsunami

“Pusatlah yang mengkonstruksi Riau ini sebagai kawasan eksploitasi SDA, pusat pula yang sangat diuntungkan oleh praktik kebijakan yang diturunkan dari konstruksi pemikiran seperi itu.
Kita berharap, pada periode kedua kepemimpinan beliau ini, Datuk Seri Setia Amanah Negara, Presiden Joko Widodo, menitahkan kepada para pembantunya agar menghentikan cara memandang dan memetakan Riau sebagai ‘sapi perahan’; mengubahnya menjadi negeri yang memerlukan perhatian khusus karena berbagai kerawanan dan bentuk-bentuk kebijakan serta perlakuan tidak adil,” pinya Al azhar.

Kehendak itu akan terlihat, misalnya bila dalam 100 hari ke depan Presiden menyampaikan sikap yang tegas terhadap penyelesaian kasus 1,6 juta hektar kebun sawit ilegal di Riau, dengan putusan yang nyata-nyata berpihak kepada masyarakat adat dan kaum terpinggir di negeri ini.

Baca Juga :  Ini Kekaguman Jenderal Ibnu Triwidodo Ketika Bertandang Istana Matahari Timur

Terakhir, sambung Al azhar, soal anak jati Riau jadi menteri. Secara simbolik, penting merekrut dan memberi kesempatan kepada anak jati Riau jadi menteri. Namun, itu tidak dapat dipertukarkan dengan harapan-harapan berkenaan dengan hajat hidup rakyat Riau, yang antara lain sudah disebutkan di atas. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *