Malaysia Deportasi 54 TKI Bermasalah Lewat Dumai

TKI yang dideportasi dari Malaysia lewat pelabuhan di Dumai.

RiauKepri.com, DUMAI– Lagi, Pemerintah Malaysia bertindak tegas terhadap TKI bermasalah, Sabtu (19/10/19) sebanyak 54 TKI dideportasi melalui Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai.

TKI bermasalah yang terdiri dari 18 wanita dan 36 laki laki tiba di Pelabuhan Pelindo Dumai Sabtu pukul 11.56 WIB menggunakan kapal Verry Indomal Expres dari Pelabuhan Malaka.

TKI tersebut terpaksa dideportasi lantaran terjerat berbagai kasus, yakni bekerja tanpa dokumen keimigrasian (paspor), dan menggunakan paspor pelancong untuk bekerja.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi PT Pelabuhan Pelindo 1 Cabang Dumai Wahyu Aditya Prabu melalui Pejabat imigrasi Gessy Angraini mengatakan, puluhan WNI yang dipulangkan bekerja di Malaysia terindikasi tidak memiliki Paspor dan menyalah gunakan pas lawatan.

Baca Juga :  Lahan Terbakar 250, 25 Ha, Dandim Dumai; 99,9 Persen Akibat Ulah Manusia

”Ya benar, adanya deportasi dari Malaysia, kalau setelah cop pasport mereka trus disambut oleh BNP2 TKI untuk didata,” jelasnya dan menambahkan bahwa para WNI tersebut menjalani kurungan di penjara di Malaysia selama beberapa bulan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Hal tersebut dibenarkan Hamzah (40) seorang WNI, dia mengaku dipenjara selama empat bulan karena kasus kosong (tidak ada paspor ).

Hamzah yang mengaku berasal dari Kabupaten Pulawali Mandar, Sulawesi Barat itu telah empat tahun bekerja di Negeri Malaka dan bekerja sebagai buruh bangunan pada sebuah perusahaan.

Baca Juga :  Dapat Beasiswa Dari Pemprov Riau, Gharim Musholla Jadi Pemuncak Yudisium

“Saya dipenjara selama empat bulan karena kosong, Sudah ini saya rencananya mau pulang ke Lampung tempat istri saya disana sama keluarga sambil cari pekerjaan,” ujarnya.

Sementara Koordinator P4 TKI DUMAI Humisar Saktipan V Siregar mengatakan para TKI yang sudah didata oleh BP2TKI Dumai akan ditampung di di Jalan Pauh jaya Kelurahan Jaya Mukti.

“Mereka kita bawa kesini untuk dilindungi dan didata serta difasilitasi ke daerah asa sesuai identitas dengan berkoordinasi dengan kelurahan asal mereka masing-masing,”ungkapnya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *