Mahasiswa FIB Unilak Bakal “Guncang” Panggung Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019

Eric Junior, salah seorang mahasiswa FIB Unilak mempersiapkan diri untuk tampil prima di Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Maka bersiap-siaplah Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), karena sejumlah seniman Riau yang masih berstatus mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) bakal menguncang panggung Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019, di Tanjungpinang.

Setidaknya, ada lima mahasiswa FIB Unilak, dan dua dosen yang karya mereka lolos kurator dan sudah menyatakan berangkat ke Tanjungpinang. Bahkan, persiapan sudah matang mereka lakukan untuk menunjukkan kebolehan dalam dunia sastra.

Awi Anjung salah seorang mahasiswa Unilak menyebutkan, rekan-rekannya menyadari betul bahwa perhelatan ini sangat luar biasa gensinya, apalagi ada sesi membacakan puisi karya sendiri oleh seniman besar baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga :  Menginap Wisma Elite Dumai Eka Riana Siahaan Ditemukan Jadi Mayat

Tentunya, ucap Awi, sebagai bagian dari seniman melinial dia tak mau kalah. Sehingga Awi dan rekan-rekannya akan tampil semaksimal mungkin dengan gaya membaca puisi yang tidak kaku pada cara doktrin saja.

“Kami sudah melakukan persiapan, bahkan nantinya ada utusan dari FIB Unilak membaca puisi dengan gaya seorang rapper. Ini sesuatu yang baru dan sangat menarik. Kalau Pak Jefri al Malay dan Kaprodi Pak Hang Kafrawi, tak usah diceritakan lagi, mereka memang sudah terkenal sebagai raja panggung,” ungkap Awi.

Jadi, kata Awi, utusan dari FIB Unilak sudah siap membuat masyarakat Kepri, terutama dunia sastra, terpesona dengan aksi mahasiswa. “Kami macam sudah tak sabar datang ke Tanjungpinang,” katanya.

Baca Juga :  Perampok Bersenpi Beraksi di Siak, Korbannya Ibu dan Anak

Sebagaimana diketahui Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 berlangsung pada tanggal 28-31 Oktober 2019 di Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Kegiatan ini ditaja Yayasan Jembia Emas dan Dewan Kesenian Kepri dengan dukungan Dinas Kebudayaan Kepri, Dinas Pariwisata dan Budaya Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.

Perhelatan ini ditandai panitia dengan menerbitkan buku antologi bersama Jazirah 2 dengan tema “Segara Sakti, Rantau Bertuah” (Jazirah Melayu dalam Puisi).

Penggagas acara, Rida K Liamsi, menjelaskan Segara Sakti Rantau Bertuah adalah nama lain dari kawasan Maritim yang terbentang dari Laut Cina Selatan, Selat Melaka, sampai ke Selat Karimata. Sejak beratus tahun lalu kawasan itu menjadi pusat pelayaran, perdagangan dan pusaran sejarah kemaharajaan Melayu serta pertembungan kebudayaan Melayu dengan kebudayaan dunia lainnya.

Baca Juga :  Menteri Luhut: Jadikan Spirit Sultan Siak Mempersatu Bangsa 

Untuk keperluan antologi puisi, pengiriman puisi terbuka untuk umum, terutama para penyair Negeri Serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darusssalam, Thailand, Miyanmar, Kamboja dan vietnam).

Penyair yang puisinya dimuat akan diundang pada Acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2019. Penyair yang puisinya dimuat namun tidak bisa datang, akan dkirimkan 1 eks buku antologi tersebut. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *