Peserta FSIGB Bertemu Wagubri, Lahirkan Ide Kampung Sastra

Rombongan seniman Riau bersama Wagubri Edi Nasution.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sejumlah seniman Riau yang hendak bertolak ke Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, untuk mengikuti Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) bertemu dengan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution di Bandara Sultan Syarif Kasyim, Pekanbaru, Senin (28/10/2019).

Dalam pertemuan itu Edy Nasution sempat berbincang mengenai potensi Riau yang sangat luar biasa, baik di bidang seni budaya, sastra, olahraga, dan sebagainya.

Saran Edy Nasution, setelah para seniman muda Riau pulang, coba berembuk untuk membuat kampung sastra. Tujuannya, jelas Edy Nasution, agar ada rasa tanggungjawab terhadap sastra dan ini juga menjadi motivasi masyarakat untuk berkarya.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Hadirin Halal Bi Halal Dirumdis Ketua DPRD Bengkalis

“Kita banyak potensi, namun semuanya harus dipompa, dengan adanya kampung sastra nantinya kita bisa yakin dengan potensi kita, apalagi saya tahu bahwa karya-karya sastra seniman Riau cukup luar biasa,” ungkap Edy Nasution.

Edy Nasution menyebutkan, di bidang olahraga anggar nama Riau cukup ternama, terutama di Bengkalis. Bayangkan saja, pelatih nasional anggar adalah orang Bengkalis.

“Untuk membangkit motivasi dan menanam keyakinan sehingga rasa tanggungjawab, saya akan buat kampung anggar di Bengkalis,” ucap Edy Nasution.

“Saya rasa pengelolaan potensi baik di bidang apa saja sama, jadi selain ada kampung sastra di Riau juga ada kampung anggar,” sambung Edy Nasution.

Baca Juga :  Kakek Suharmanto Berjalan Kaki 15 Jam, Tanpa Didampingi Tenaga Medis

Hang Kafrawi dalam bincang singkat dengan Edy Nasution, menyambut baik ide kampung sastra ini. Katannya, kepedulian pemimpin sangat dibutuhkan untuk melahirkan karya sastra, meskipun selama ini tanpa ada kepedulian pemimpinpun seniman Riau terus saja melahirkan karya sastranya.

“Saya sepakat adanya kampung sastra di Riau, karena hal ini semakin berindentitasnya dan bermarwahnya Riau. Bayangkan saja, ada kemunitas tertentu malah membuat kampung Inggris di Riau. Hasilnya, anak-anak tergabung dalam kampung lancar berbahasa Inggris. Harapan kita, tentunya adanya kampung sastra memancing anak-anak Riau berkarya sastra,” ungkap Hang Kafrawi. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *