Rida K Liamsi: Puisi Adalah Hidup Saya

Malam Penutupan FSIGB

Rida K Liamsi saat membacakan puisi di malam penutupan FSIGB.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG- Malam penutupan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB), Kamis (31/10/2019), berlangsung di Rumah Makan Crystal Fatimah. Sejumlah seniman besar Indonesia tampak tampil dengan membacakan puisi mereka masing-masing. Di antarannya Sutardji Calzoum Backri dan Taufik Ikram Jamil.

Pada kesempatan itu, Pengagas FSIGB Risa K Liamsi dalam sambutannya mengatakan, Insya Allah tahun 2020 helat yang sama tetap dilaksana dan kegiatan ini menjadi tradisi bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, mungkin saja dalam sajian lain namun esensianya sama.

“Tahun depan kita ingin merancang kegiatan ini tidak hanya puisi saja tetapi juga ada tulisan sejarah, ada penulisan novel dan tentunya tetap ada kegiatan mengunjungi sejumlah situs sejarah yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini,” ucap Rida.

Baca Juga :  Inilah Kabar Terbaru tentang Ex Officio Batam

Rida kembali menegaskan, bahwa penulisan novel tahun depan tentunya dengan latar belakang sejarah Melayu. Tapi, “Puisi tetap ada karena puisi adalah hidup saya, dan Insya Allah peserta FSIGB tahun depan lebi ramai lagi,” ungkap Rida.

Pada kesempatan itu, Rida juga menyebutkan, atas nama penyelenggara dia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih terutama kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau yang telah memberi dukungan penuh dengan segala susah payah dan dengan segala penderitaan, rasa sakit kepala, sakit hati dengan cara-cara yang diterapkan para panitia yang menginginkan sesuatu yang luar biasa agar para sastrawan merasa nyaman dan tenang selama berada di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Isdianto Ingin Singapura dan Malaysia Dilibatkan dalam Parade Tari Kepri

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Tanjungpinang, terima kasih kepada walikota, kepada rekan-rekan Pemko Tanjungpinang, mudah-mudahan kerjasama ini ke depan dapat berjalan lebih baik lagi,” kata Rida.

“Juga saya mengucapak terima kasih pada Universitas Raja Ali Haji yang telah membantu pelaksanaan iseminar-seminar selama FSIGB ini. Begitu kepada pihak lainnya,” sambung Rida.

Rida menceritakan, bahwa panitia merancang kegiatan ini untuk sinergisitas semua pihak dan ini adalah tahun kedua pelaksanaan FSIG.

“Tahun ini saya melihat semangat sastrawan sangat luar biasa dan sungguh-sungguh. Hal ini dapat dilihat hingga akhir kegiatan ini masih banyak yang bertahan, mudah-mudahan tahun depan perhelatan ini lebih simpel dan mudah,” harap Rida. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close