3 Komponen Usaha Terlibat Dalam Investasi, Zulfan Minta Peduli Pengusaha Lokal

Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini.

RiauKepri.com, DUMAI– Letak geografis yang strategis membuat investor berminat menanam modal di kota Dumai. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dumai Zulfan Ismaini membenarkan bahwa peluang investasi terbuka lebar di Dumai.

“Kami minta investor melibatkan pengusaha lokal Dumai, berdayakan dan hendaknya menjadi prioritas bekerja di perusahaan,” pintanya.

Hal tersebut sebagai bentuk dari komitmen Kadin yang sangat peduli terhadap pengusaha lokal.”Kami peduli pengusaha lokal,” tegas Zulfan Ismaini kepada Riau-Kepri.combJumat siang ini

Menurutnya, dalam setiap investasi itu sendiri ada tiga komponen usaha terlibat.

Diantaranya; pengusaha internasional, nasional dan pengusaha lokal. Dan Kadin Dumai minta data tersebut perlu diketahui dengan jelas.

Hal ini ditegaskan Zulfan Ismaini sebagai bentuk dari komitmen Kadin Kota Dumai untuk melindungi para pelaku usaha lokal.

“Dengan adanya perlindungan kita (Kadin red) maka para pengusaha lokal dapat bersaing dengan pengusaha dari luar, sekaligus mampu mengembangkan potensi usahanya di Dumai,” ujar Zulfan Ismaini.

Baca Juga :  Truk Melintas di Buatan, Polisi Curiga, Ini Isinya

Sesuai data yang diperoleh sejumlah industri berkembang di Dumai. Tidak saja industri pengolahan CPO dan turunannya, industri perhotelan juga semakin berkembang.

Hanya saja, masuknya investasi di Dumai tak berbanding lurus dengan kesempatan bekerja bagi pelaku usaha lokal.

Sebab tak jarang pengusaha membawa sub kontraktor dand pekerja dari luar daerah untuk bekerja di perusahaan di Dumai. Bahkan untuk pembangunan jalan tol Dumai-Pekanbaru, diduga kuat pekerja dibawa dari luar kota Dumai (pulau Jawa red)

“Dua bus pekerja dari Jawa sengaja dibawa kontraktor jalan tol,” kata pengurus SPKD Dumai Wawan sela-sela sharing discuccion BPJAMSOSTEK bersama SP/SB di rumah makan Fajar Indah kemarin.

Baca Juga :  Mantap, Siak Terima National Procurement Award 2018

Tidak saja pekerja jalan tol Dumai-Pekanbaru, sejumlah sub kontraktor pembangunan industri pengolahan (refeneri) CPO di Lubukgaung Kecamatan Sungai Sembilan kota Dumai terindikasi sengaja membawa sub kontraktor dan juga pekerja dari luar Dumai.

“Hal ini jelas pelanggaran terhadap Perda 10/2004 tentang ketenagakerjaan Dumai. Bila perlu kita bentuk tim memantau langsung ke perusahaan,” tambah pengurus Kamifarho SBSI Dumai Ir FA Aritonang.

Untuk itu pulalah, Ketua Kadin Kota Dumai, Zulfan Ismaini bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan kepada pengusaha lokal Dumai.

Hal itu dilakukan agar pengusaha lokal di Kota Dumai dapat mengembangkan potensi usahanya.

“Kadin akan mengupayakan pemerataan pembangunan usaha untuk meningkatkan peluang usaha di daerah agar memberikan kontribusi nyata untuk Dumai,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Zulfan Ismaini menilai dipandang perlu Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Pengusaha Lokal dibuat di Dumai. “Agar pengusaha lokal tidak terkikis dengan kehadiran para investor dan perusahaan luar di daerah ini,” pintanya.

Baca Juga :  JCH Kloter 6 Riau Beresiko Tinggi, Apa Pasal?

Dijelaskan, di Kota Dumai banyak perusahaan dan industri besar yang memunculkan anak perusahaan untuk menjadi main contractor (kontraktor utama yang mengendalikan seluruh pekerjaan dan bertanggungjawab kepada pemilik) dan  sub contractor (kontraktor besar maupun kecil di bawah naungan main cont) di perusahaan tersebut sehingga peluang perusahaan lokal tertutup.

Menyikapi persaingan yang tidak sehat tersebut, kata Zulfan Ismaini, Kadin akan berkoordinasi ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  di Batam dan Ombudsman RI perwakilan Riau di Pekanbaru.

“Kami segera berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  di Batam dan Ombudsman RI perwakilan Riau di Pekanbaru,” ungkapnya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *