Di Bathin Solapan, Herman Berikan Materi Pelatihan Upaya menuju Koperasi dan UMKM Sehat dan Mandiri

Pelatihan UMKM di Desa Mumbung Kecamatan Bathin Solapan

RiauKepri.com, BATHINSOLAPAN – Dalam upaya menumbuhkembangkan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat pelaku usaha.

Hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Bengkalis di Desa Mumbung Kecamatan Bathin Solapan, yang melaksanakan pelatihan UMKM bidang peternakan, perkebunan dan pertanian.

Pelatihan yang dihadiri langsung oleh Kepala Diskop UMKM Bengkalis Herman Achmad, diikuti oleh 25 orang peserta peternakan dan 25 orang peserta perkebunan dan pertanian. Terlihat juga hadir kepala desa dan aparatur desa Mumbung, perwakilan camat Bathin Solapan dan beberapa tokoh masyarakat.

Baca Juga :  BUMN Buka Lowongan Kerja, Rini Soermarno Ajak Putra dan Putri Riau Bergabung

Dalam penyampaian materinya Herman menekankan tentang upaya menuju koperasi dan UMKM sehat dan mandiri.

“Manfaat berkoperasi dan UMKM ini sangat banyak bagi masyarakat. Tapi harus benar – benar bergerak dengan semangat gotong royong berkelompok, dalam menciptakan tujuan peningkatan ekonomi masyarakat di desa secara bersama,” ujar Herman.

Dipaparkan Herman bahwa saat ini masih banyak para pengusaha UMKM terkendala modal usaha, strategi pemasaran, hingga akses teknologi digital. Akibatnya, usaha mereka berjalan stagnan dan tidak mengalami kemajuan yang signifikan.

Permasalahan UKM paling utama adalah minimnya modal usaha. Akibatnya, para pengusaha tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mencapai omzet lebih banyak.

Baca Juga :  Meskipun Waras, Ratusan Orang Riau Tetap Minta Surat Tak Gila

Para pengusaha UKM seringkali kesulitan dalam mencari modal pembiayaan dari bank, karena banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi.

“Koperasi dan UMKM bisa memanfaatkan berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding. Melalui fasilitas ini, bisa mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha, termasuk usaha skala kecil menengah (UKM).” paparnya.

Dikatakan Herman Permasalahan UKM selanjutnya adalah minimnya pengetahuan pengusaha UKM tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UKM hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi.

Baca Juga :  HUT 17, Demokrat Riau Syukuran Bersama Anak Yatim

Akibatnya, kata Herman pengusaha UKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan.

“Pelaku usaha bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan oleh banyak pebisnis dunia maupun lokal dari berbagai buku, situs berita, jejaring sosial, atau melalui seminar, workshop. Selain itu juga sangat disarankan untuk bergabung ke suatu komunitas bisnis yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan banyak praktisi bisnis lainnya. Dengan begitu, kita bisa saling berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bisnis untuk lebih luas lagi.” tutur Herman. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *