Bupati Irwan Minta Ketahanan Pangan Dari Pajale Menjadi Pajalegu

Perhatian Pusat Pada Sagu Belum Maksimal

Irwan saat dapat di kantor Sekjend Watanas, Jakarta.

RiauKepri.com, MERANTI- Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengikuti pertemuan bersama pihak Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan Pangan Nasional lewat Sagu.

Kepada Presiden melalui Dewan Ketahanan Pangan Nasional, Irwan meminta sagu sebagai komoditas strategis Pangan Nasional. Pertemuan itu bertempat di Ruang Rapat Desisnas Lt. IV, Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Hadir dalam pertemuan itu, Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Praktisi Sagu dari IPB Prof. Bintoro, Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Anggota KADIN Utama Kajo, Direktur PT. Sampoerna Agro Dwi Asmono, Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Perindagkop Meranti Drs. H. Azza Fahroni, Kabid Desa Dinas PMD Meranti Darwis SIP MM, Pihak BRG RI, Serta Perwakilan Perusahaan Sagu lainnya.

Dijelaskan Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend TNI Budi Pramono, seiring semakin menipisnya lahan padi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produksi beras, sementara kebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat, sagu dapat menjadi potensi pangan strategis yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

Kini Pemerintah Pusat tengah berupaya mewujudkan ketahanan pangan lewat sagu.
Namun untuk mengembangkan sagu tidak cukup hanya bermodalkan bahan baku tapi diperlukan upaya industrialisasi yang masif agar pemanfaatannya dapat maksimal. Untuk mewujudkannya Dewan Watanas akan membuat surat ke Presiden agar menjadikan sagu sebagai food security pertahanan pangan dan masalah ini menurut Brigjend. Budi Ptamono sangat penting dan strategis.

Baca Juga :  Atasi Penyebaran Covid-19 di Riau, Ini yang Dilakukan Gubri

“Kita jangan menunggu krisis pangan dulu, tapi kita harus mendahuluinya, agar Indonesia bisa survive, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,” ujarnya.

Dihadapan seluruh peserta rapat, Irwan menegaskan untuk mengembangkan sagu diperlukan keberpihakan dari Pemerintan Pusat untuk menjadikan sagu sebagai sebagai komoditas ketahan pangan strategis nasional. Namun sayangnya hingga saat ini kebijakan itu belum dilakukan.

“Kita berharap bagaimana sagu dapat menjadi komoditas pangan strategis nasional, karena saat ini pemerintah hanya fokus pada padi, jagung, kedelai (Pajale), dan kita berharap sagu dapat dimasukan menjadi Pajalegu. Alasanya, sagu merupakan pangan asli Indonesia dan satu-satunya yang tidak di umport,” ungkap Bupati Irwan.

Menurut Bupati Irwan, jika Pemerintah Pusat dapat menyambut hal itu, maka diprediksi industri sagu akan menggeliat. Apalagiimport Terigu Indosia mencapai 10 ribu ton per tahun, jika 10 persen saja industri besar makanan menggunakan bahan baku sagu maka sagu akan berkembang.

Kemudian Bupati Irwan jmenyinggung kebijakan dibidang Industri Hilirisasi Sagu yang mendukung terciptanya makanan turunan dari sagu. Selain itu perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia untuk kembali mengkonsumsi sagu. Sebab, sagu bukan lagi menjadi makanan kelas dua tapi merupakan makanan yang nikmat dan sehat dimana saat ini makanan sehat sudah menjadi trend bagi masyarakat eropa.

Baca Juga :  Polisi Temukan 11 Pucuk Pistol dan 325 Pelor di Rumbai

Dari hasil penelitian Dewan Watanas, jika sagu yang ada di Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal diyakini mampu mencukupi kebutuhan pangan dua kali penduduk Indonesia. Seperti diketahui, potensi Sagu Indonesia mencapai 1.5 Juta Ha, terbesar berada diwilayah Papua, dan Meranti sendiri kurang terdapat kurang lebih 50 ribu Ha. Meski hanya sebagian kecil namun Meranti merupakan pemasok 80 persen kebutuhan Sagu Nasional.

Sagu Meranti untuk pasar lokal dibawa ke Cirebon dan Surabaya, sementara Luar Negeri Malaysia, Jepang, Singapura, Cina, dan Korea Selatan.

Sementara itu, Praktisi dan Peneliti Sagu dari IPB, Prof. Bintoro memaparkan potensi Sagu yang dapat diolah menjadi makanan, pakan ternak dan lainnya.

Saat ini Sagu telah diolah menjadi makanan mulai dari Mie, Gula Sagu, Tepung Sagu, Biskuit (kue kering), Kue Basah, Lontong Sagu dan lainnya. Dan Sagu bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, limbahnyun dapat dibuat papan pengganti kayu, Perabotan dan Kerajinan Tangan, serta Pembuatan Pupuk Kompos.

Ia pun menegaskan, Sagu merupakan makanan yang sangat sehat karena merupakan tumbuhan Organik yang bebas dari Pestisida dan bahan kimia lainnya.

Baca Juga :  Di Rohil Kini Gelper Berbau Judi Muncul Lagi, di Pekanbaru Sempet Digerebek

“Di Meranti kita telah membuat tumpang sari Sagu dengan peternakan Itik, Ikan, Penggemukan Sapi,” akunya.

Dia mengusulkan kepada Watanas untuk mengundang semua Gubernur, Bupati/Walikota penghasil Sagu yakni 10 Gubernur dan 60 Bupati/Walikota untuk menyatukan visi menjadikan Sagu sebagai pangan strategis Nasional.

Begitu juga Prof. Agusnimar yang memaparkan, potensi Sagu yang merupakan tanaman kehidupan karena sumber makanan dan oksigen, Sagu merupakan jati diri orang Meranti, Sagu Sumber Literasi dan Edukasi, Sagu Merupakan Materi Peradaban.

Jika pemerintah komit mengembangkan Sagu bukan saja dapat mengokohkan ketahanan pangan Nasional. Tapi mampu mensejahterakan masyarakat karena Sagu bukan saja menjadi sumber pangan tapi juga penghasilan masyarakat. Dari catatan sebanyak 2 Triliun pemasukan masyarakat berasal dari Sagu.

Pihak perusahaan pengolah Sagu, yang diwakili Direktur Sampoerna Grup Dwi Asmono, mengatakan pasar Sagu dunia semakin terbuka lebar, dan secara regulasi pengambangan Sagu sangat menguntungkan berbeda dengan Sawit yang penanamanya sudah dibatasi tidak boleh diarea gambut dan kawasan hutan.

Agar dapat berkembang menurutnya Sagu sangat butuh dukungan kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan oleh Bupati Meranti kepada PT. NSP. (RK1/rls)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *