Tersebab Film Asmara Mantra, Putra Dirasuki Energi Mantra

Yuli Syaputra

Yuli Syaputra

RiauKeri.com, PEKANBARU – Irwandi adalah salah satu tokoh dalam film “Asmara Mantra” yang diperankan oleh Yuli Saputra atau akrab dipanggil Putra Amphu, adalah mahasiswa Prodi Sastra Daerah (Melayu) FIB Unilak. Putra pemuda kelahiran Pasirpangaraian ini merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unilak yang juga memiliki kesibukan lainnya, namun ketika ia dipercaya menjadi bagian produksi film Asmara Mantra tajaan FIB Unilak, Putra mampu dan bertanggung jawab menyelesaikan proses pembuatan film ini.

Memerankan tokoh Irwandi, kata Putra, sangat sulit sebab sosok Irwandi merupakan seorang lelaki misteri karena sifatnya yang dingin dan tak banyak berbicara, namun ia suka dengan karya sastra lama seperti mantra. Irwandi, menurut Putra, meyakini teman-temannya untuk mengenali mantra sebagai kekuatan jiwa. Dalam mantra ada kekuatan keyakinan membongkar sesuatu dari kehidupan.

Baca Juga :  KPK Geledah Ruang Kerja dan Kediaman Wako Dumai

Sebenarnya, kata Putra Amphu, dirinya merasa bahwa karakter Irwandi sudah ada pada dirinya, namun untuk menuang dalam lakonan memang terasa berat.

“Kalau dibilang senang ada senangnya sedikit karena sebagian dari karakter Irwandi ada pada diri, namun begitu menjadi Irwandi terasa berat juga”, kata Putra ditemui riaukepri.com, Sabtu (9/11/2019).

Putra dan kawan-kawan sedang proses pengambilan gambar “Asmara Mantra”

Putra juga mengaku, bahwa mendapat kesulitan dalam proses Asmara Mantra. Kata Putra, ia tak mampu mengontrol dirinya untuk percaya diri, sehingga ia tak bisa memfokuskan pandangan ketika pengambilan gambar.

Baca Juga :  Kemari Dilantik, Tekadnya Memperjuang Nasib Anak Melayu

“Ya, sulitnya titik fokus pada kamera karena bijik mata yang hitam hasilnya lari-lari,” ujar Putra sambil tertawa.

Kesan Putra dalam proses film Asmara Mantra ialah tumbuhnya kekeluargaan yang baru, yang dulunya tak saling kenal kini dengan proses film ini mereka mampu menjalin silaturahmi yang disebut keluarga.

Menurut Putra, sosok Irwandi adalah contoh untuk generasi muda dalam mencuntai karya sastra. Film Asmara Mantra ini, kata Putra, merupakan cara mengajak generasi muda mengenal esensi mantra secara khusus, dan karya sastra pada umumnya.

Baca Juga :  Bu Eny Menangis di Hadapan Syamsuar, Apa Pasal?

“Film Asmra Mantra salah satu cara membangun paradigma generasi muda, bahwasanya sastra itu sangat penting dan bukan saja sastra itu harus terpaut dengan tradisi karena bisa dikolaborasikan dengan ala 4.0 dan mendobrak perkembangan zaman. Tak hanya itu, kekuatan karya sastra mampu menjadi senjata utama untuk kita mengenal hidup lebih dalam lagi,” ujar Putra.

Yuli Syaputra atau Putra Amphu merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara, dan Putra trakhir dari Bapak A. Latif dan Ibu Sarinam, Putra lahir 13 Juli 1994 di Pasirangaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Sekarang di catat sebagai Mahasiswa Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Unilak (Awi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *