Puluhan Buruh Pantau Rapat DPK Dumai, Aritonang; Kenaikan UMK Sesuai Regulasi

RiauKepri.com, DUMAI– Puluhan buruh nampak memantau jalannya rapat DPK tentang penetapan UMK Dumai tahun 2020 di Aula Disnakertrans Dumai Senin.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPK Dumai Drs Sofyan MSi, terjadi perbedaan pendapat antara perwakilan pengusaha dan serikat pekerja/ serikat buruh (SP/SB).

SP/ SB minta berpikir secara general. Artinya upah minimum kota (UMK) Dumai sebaiknya ditetapkan mengacu regulasi pemerintah yaitu PP. 78/ 2015 tentang pengupahan.

Jika mengacu kepada PP No 78 tahun 2015, maka diperkirakan UMK Dumai Rp 3. 383.833 atau naik sebesar 8,5 persen.

Baca Juga :  Lagi, Disnakertran Dumai Turun ke IBP

“Betapa malunya kita kalau ternyata UMK Dumai yang kita sepakati ditolak gubernur,” tegas PLH Ketua DPC FSB. Kamifarho Dumai Ir FA Aritonang.

Sementara Apindo dan Kadin mohon UMK Dumai tahun 2020 naik sebesar Rp 3 persen dari UMK tahun 2019 yaitu menjadi Rp 3.212.000,-.

Hal tersebut penting agar kenaikan UMK Dumai tak berpengaruh terhadap kelangsungan dunia usaha dan juga investasi.

Pasalnya, jika kenaikan UMK terlalu tinggi jelas berdampak terhadap berbagai hal, termasuk pekerja dari luar dikawatirkan berlomba masuk Dumai, sementara tenaga kerja Dumai banyak yang belum terserap. Hal tersebut jelas berdampak negatif terhadap Dumai.

Baca Juga :  Mantap, Sambil Ngopi di Cafe Bisa Daftar Kuliah di Unilak

Tak pelak perbedaan pendapat itu membuat penetapan UMK Dumai tahun 2020 belum final.

Hingga malam ini rapat yang dipimpin Sofyan didampingi Kabid HI dan Syaker Disnakertrans Dumai Irwan S.Sos dan Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar masih berlangsung.

“Penetapan UMK ini adalah tanggungjawab kita bersama, untuk itu harapan kami dapat terselesaikan malam ini,” harap Parulian Siregar. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *