Bongkar Kekuatan Lokal, Mahasiswa Prodi Sastra Daerah FIB Unilak Ikut IMBASADI di USU

Suasana seminar IMBASADI

RiauKepri.com, MEDAN – Sejumlah mahasiswa Program Studi Sastra Daerah (Melayu) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau menjadi utusan satu-satunya delegasi dari provinsi Riau dalam Ajang Temu Budaya Nusantara Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia (IMBASADI) 2019 di Universitas Sumatera Utara (USU). Pada malam pembukaan kegiatan tersebut, delegasi dari Riau menyuguhkan seni pertunjukan “Tari Zapin Bengkalis” yang diperkenalkan dalam ajang Nasional ini. Tak hanya itu saja pada malam pembukaan, mahasiswa FIB Unilak juga ikut berpartispasi pada lomba musikalisasi puisi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Kamis (14/11/2019).

Hari kedua pada kegiatan IMBASADI 2019, panitia penyelenggara kegiatan membuat pertemuan antar mahasiswa dengan kegiatan Orasi Nasional, Seminar Nasional, dan Lomba Karya Ilmiah Nasional dengan mengangkat sebuah tema “Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lokal” yang dilaksanakan pada hari ini, Jum’at (15/11/2019).

Baca Juga :  Bupati Amril Upayakan Pembangunan Jaringan Listrik di Kabupaten Bengkalis Tak Terhambat

Dalam Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Drs. Amrin Saragih.D.T.E.F.L MA,Ph.D. “Apabila bahasa hanya terfokus pada bahasa saja maka, akan banyak pengangguran-pengangguran baru. Bahasa daerah adalah ladang yang penuh dengan kearifan Lokal, dan dengan itu maka akan mempermudahkan kita untuk mencari dan menggali potensi yang ada di daerah kita.” Ujarnya.

Dalam orasi Ilmiah tersebut juga menjelaskan bahwa, kearifan lokal sangat membantu menumbuhkan karakter bangsa terkhususnya bagi anak-anak generasi muda, seperti ulasan beliau.

“Tak hanya itu saja, selain menggali potensi budaya lokal, juga kearifan lokal yang ada di nusantara ini, sangat membantu menumbuhkan karakter bangsa yang memang masing-masing memegang teguh dengan kearifan lokalnya masing-masing”, tambah pak Prof. Drs. Amrin Saragih.D.T.E.F.L MA,Ph.D.

Baca Juga :  Diskop Bengkalis Instruksikan Pengurus Koperasi CU 17 Agustus Tetap Jalankan Kinerja dengan Baik

Setelah orasi Ilmiah, dilanjutkan dengan Seminar Nasional dengan 3 pakar Linguistik dari USU, dan juga dari University Malaya yang mana juga menjelaskan bahwa, budaya lokal itu sudah jelas akan berpengaruh dengan karakter bangsa, seperti yang dijelaskan dengan mengambil contoh dari orang melayu, dan bahayanya kebudayaan dan kebiasaan juga bisa dipengaruhi dengan isu yang dulu terbangun karena ketidaktahuan itu sendiri.

“Banyak orang kata Melayu itu pemalas, sebetulnya Melayu itu tidak pemalas. Sebab, dikatanya demikian dikarenakan orang-orang barat itu sendiri yang menyebarkan isu supaya mereka bisa masuk dan mengembangkan bahasa mereka. Itu yang membuat rusaknya karakter bangsa, dan ini perlu kita waspadai. Orang mudah saja merusak kearifan lokal dengan sebuah isu saja. Maka, metafora melayu mempunyai intelektual sendiri dan harus kita jaga”, ujar pembicara dari University Malaya. (Awi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *