Ewok Bertekad Selesaikan Persoalan Koperasi BBDM Lewat Jalur Hukum dan Legal Standing

Suwitno Pranolo didampingi Wan Sabri dan Kuasa Hukum Koperasi BBDM

RiauKepri.com, SUNGAIPAKNING – Ketua Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) Sungai Pakning Suwitno Pranolo alias Ewok bertekad untuk terus menyelesaikan persoalan koperasi tersebut lewat jalur hukum dan legal standing.

Hal itu terkait belum terealisasinya kerjasama bagi hasil kebun plasma masyarakat dengan PT Surya Dumai Agrindo (SDA) sampai saat ini, akibat adanya dualisme dengan kepengurusan lama, padahal menurut Suwitno segala legalitas dan surat menyurat koperasi yang sah ada di pihaknya.

Sehingga ratusan petani pemilik kebun plasma dirugikan, mereka sudah terlalu lama menunggu bagi hasil yang tak kunjung terealisasi, seharusnya sejak 2 tahun lalu mereka sudah menerimanya. Kondisi ini kata Ewok justru menguntungkan perusahaan PT SDA dan merugikan rakyat.

Baca Juga :  Pengurus Remaja Masjid As Sakinah Kualu Dilantik

“Ini adalah akibat ketidaktegasan dan tidak seriusnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mempasikitasi menyelesaikan permasalahan Koperasi BBDM, yang pada akhirnya berlanjut ke jalur hukum yakni ke Polres Bengkalis. Saat ini tinggal menunggu keterangan saksi – saksi ahli oleh penyidik” ungkap Suwitno yang akrab disapa Ewok ini, Sabtu (16/11/2019).

Dikatakan Suwitno, pihaknya melalui kuasa hukum sudah melayangkan surat ke Polres Bengkalis untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut, tapi sampi saat ini belum ada jawaban. “Makanya dalam waktu dekat pengurus Koperasi BBDM yang didampingi kuasa hukum akan mendatangi Mapolres Bengkalis, untik mempertanyakan langsung perkembangannya, guna untuk menjelaskan kepada anggota koperasi mengenai kondisi yang sebenarnya.” tandasnya.

Baca Juga :  Gubri Terima Gebrakan 5 Juta Masker Dari Perusahaan

Suwitno Pranolo juga menepis tudingan yang menyebutkan bahwa pihaknya lepas tangan untuk menyelesaikan Koperasi BBDM, justru karena sudah memiliki legal standing yang sah, pihaknya menempuh jalur hukum.

“Kita juga sudab berkomunikasi dgn pihak perusahaan akan hal ini. Namun pihak perusahaan PT SDA mengatakan tetap mematuhi rekomendasi Dinas Koperasi Bengkalis yang 2 tahun lalu menyatakan akan memerintahkan perusahaan untuk cooldown atau menunggu keputusan dinas terlebih dahulu,” urai Suwitno.

Namun, lanjut Ewok ketika ditanyakan ke perusahaan apakah ada bentuk rekomendasi tertulis dari Dinas Koperasi, mereka menjawab dinas hanya menyampaikan secara lisan. Padahal secara legalitas semua sudah selesai.

Baca Juga :  Menelisik Pangkal Masalah, Menakar Langkah Solusi Dinamika Kabut Asap di Riau

“Oleh karena itu kami harapkan
Kepada anggota Koperasi BBDM, jangan terprovokasi dengan informasi dari sumber – sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan di tengah – tengah asyarakat. Jika memang ada hal – hal yang ingin disampaikan atau ditanyakan silakan datang langaung ke kantor koperasi,” harapnya.

Dia juga mengimbai jika ada aksi yang anarkis oleh oknum – oknum tertentu diharapkan anggotanya tidak ikut terpancing.

“Kami tidak akan bertanggungjawab jika ada anggota yang berbuat anarkis. Kepada Anggota Koperasi BBDM mohon bersabar, karena kami pengurus akan terus mencari jalan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin,” tutur Suwitno Pranolo. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *