Wawako: Maunya Seluruh ASN Dumai Terdaftar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Wawako Dumai Eko Suharjo SE didampingi Kacab BPJS Ketenagakerjaan M. Riadh, anggota DPRD Dumai Edison dan Sekretaris Disnakertrans melakukan foto bersama dengan dua ahli waris penerima manfaat JKM.

RiauKepri.com, DUMAI- Penyerahan Santunan dan Sharing Session BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan di ruang rapatz Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Jenderal Sudirman, Senin (18/11/19).

Wakil Walikota (Wawako) Dumai Eko Suharjo SE didampingi anggota DPRD Dumai Edison, Sekretaris Disnakertrans MT Parulian Siregar SE dan Kacab BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Riadh, serta sejumlah Kabid BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah camat dan sekcam hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wawako Dumai Eko Suharjo SE didapuk menyerahkan santunan secara simbolis kepada kedua ahli waris pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

Adapun kedua penerima manfaat JKM diantara; Surya Erlinda ahli waris dari alm Sabar Riyanto dan Eka Rafika, ahli waris alm Jhon Togi Siregar.

Alm Sabar Riyanto merupakan pekerja PT Batam Bahari Sejahtera yang baru menjadi peserta sejak 08 -2019 dengan nomor KPJ. 19054343025, meninggal dunia Kamis 29 Agustus 2019. Ahli warisnya berhak menerima manfaat sebesar Rp 25.442.140,-

Manfaat tersebut terdiri dari santunan kematian Rp 16.200.000, biaya pemakaman Rp 3.000.000,- santunan berkala Rp 4.800.000,-, JHT sebesar Rp 219.890,- serta Jaminan Pensiun (JP-Limpsum) sebesar 1.222.140,-.

“Belum cukup sebulan jadi peserta, namun alm Sabar tetap mendapat hak sesuai ketentuan,” jelas Kacab BPJS
Ketenagakerjaan Dumai M.Riadh kepada Wawako Dumai.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Api - Api Gelar Kenduri dan Syukuran Dibukanya Unit Penggilingan Padi BUMDes

Sementara alm Jhon Togi Siregar, pekerja PT Kawasan Industri Dumai yang sudah menjadi peserta sejak 01-2014 dengan nomor peserta 04D30017824, meninggal dunia Sabtu 24 Agustus 2019 berhak menerima santunan sebesar 62.086.790,-.

Manfaat JKM yang diserahkan secara simbolis oleh Wawako Dumai kepada Eka Rafika yang juga isteri alm Jhon Togi Siregar terdiri dari santunan kematian Rp 16.200.000,-, biaya pemakaman Rp 3.000.000,-, santunan berkala Rp 4.800.000,-, JHT sebesar Rp 37.745.390 serta Jaminan Pensiun (JP-Berkala) Rp 341.400,- per bulan.

“Santunan ini luar biasa manfaatnya. Untuk itu sebaiknya pekerja non ASN di lingkungan Pemko Dumai terdaftar sebagai peserta ,” kata Wawako Dumai Eko Suharjo SE kepada RiauKepri.com usai penyerahan santunan.

Sementara dalam Sharing Session yang dirangkai dengan coffee morning, Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Riadh mengucapkan terimakasih kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif Dumai yang telah mendukung suksesnya program BPJS Ketenagakerjaan di Dumai.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada legislatif, judikatif. Khususnya kepada Pemko Dumai saya mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang sudah terjalin demi suksesnya program BPJS Ketenagakerjaan di Dumai,” kata Riadh dalam pembukaan sharing Session.

Baca Juga :  Unilak Gelar Kompetisi Bola Kaki Terbesar di Riau

Dalam kesempatan itu, Riadh juga melaporkan kondisi terkini tentang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Dumai. “Peserta aktif di Dumai mencapai 35 ribu orang,” jelasnya.

Sementara tenaga kerja non ASN di OPD lingkungan Pemko Dumai, kata Riadh, sudah ada yang masuk, namun sebagian lagi belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk itu, Kacab BPJS Ketenagakerjaaan berharap, kerjasama bersama kepala OPD dan camat se kota Dumai lebih ditingkatkan lagi. Bahkan Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan ditekankan harus kenal seluruh camat di Dumai.

“Kalau staf khususnya bidang pemasaran dihubungi tak mau angkat, kasih tau saja, pasti saya beri sanksi,” tegasnya sembari menambahan agar program sharing Session dan coffee morning bersama OPD dan camat rutin dilaksanakan secara bergantian. “Kami siap dimana saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan Riadh juga memberi arahan agar Bidang Pemasaran intensifkan komunikasi dengan OPD dan camat di lingkungan Pemko Dumai. “Kalau pemasaran tak tau nomor camat sudah salah itu,” tuturnya.

Sementara Wawako Dumai Eko Suharjo SE dalam sharing Session sependapat agar seluruh ASN di Dumai terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Gaet KNKS, BPJS Ketenagakerjaan Kaji Pelaksanaan JSKS

“Saya berharap tenaga kerja di perusahaan dan pekerja Non ASN di lingkungan Pemko Dumai terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Kata Eko, manfaat jadi peserta sangat banyak. Namun masih diperlukan memberikan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi.

Menurut Wawako Dumai pekerja non ASN di lingkungan Pemko Dumai ada sekitar enam ribu orang. Jika seluruhnya jadi peserta iurannya.mencapai Rp 3 millyar

“Kalau semua non ASN terdaftar iuran bisa capai Rp 3 M lebih. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Sedangkan anggota komisi I DPRD Dumai Edison menjelaskan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang BPJS Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja diperusahaan maupun non ASN di lingkungan Pemko Dumai perlu dilakukan.

“Kita perlu beri pemahaman tentang arti pentingnya perlindungan sosial ini,” tegas Edison.

Ditambahkan Edison, perusahaan di Dumai ada yang nakal. Banyak juga perusahaan dari luar domisili kita tak terdaftar.

“Ada juga perusahaan mendaftarkan sebagian tenaga kerjanya ( PDS Naker). Memang semua tak terlepas dari pengawasan. “Harus lebih inten lagi BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi,” pinta Edison. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *