UMK Dumai 2020 Kembali Diantar ke Gubri

Suwandy: Semoga Dumai Tetap Kondusif

Kepala Disnakertrans Dumai H Suwandy SH M.Hum.

RiauKepri.com, DUMAI- Sebelumnya sempat ditolak, kini Upah Minimum Kota (UMK) Dumai tahun 2020 kembali diantar ke Gubernur Riau (Gubri) melalui Disnakertrans Provinsi Riau. UMK yang ditetapkan sebesar Rp 3.383.834,29 naik 8,51 persen itu merupakan hasil dari kesepakatan dari rapat Dewan Pengupahan Kota (DPK) Dumai dan sudah ditandatangani Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi.

“Sudah, usulan rekomendasi UMK Dumai tahun 2020 ke gubernur dan sudah ditandatangani walikota Dumai tadi pagi di kantor camat Dumai Timur,” kata Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai MT Parulian Siregar SE, kepada RiauKepri.com di ruang kerjanya, Rabu (20/11/19) pagi ini.

Setelah ditandatangani, kata Parulian, Rabu (hari ini) langsung diantar ke Gubernur Riau melalui Disnakertrans Provinsi Riau. “Ya hari ini kita antar langsung ke provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :  UMK Dumai Ditetapkan Diluar Regulasi, Ketua Kamiparho Walk Out

Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai H Suwandy SH M.Hum.

Kata Suwandy, dia tak bisa hadir dalam rapat lantaran sedang sakit. Namun sesuai mekanisme, setelah usulan Rekomendasi UMK Dumai tahun 2020 ditandatangani Kapala daerah harus dikikim Gubernur Riau melalui Disnakertrans Provinsi Riau.

“Katanya diantar langsung oleh Sekretaris Disnakertrans Dumai dan Kabid HI dan Syaker Disnakertrans Dumai Irwan S.Sos, hari ini,” ujar Suwandy kepada Riau-Kepri secara terpisah.

Suwandy optimis, gubernur Riau tak lagi menolak usulan rekomendasi UMK Dumai tahun 2020. Pasalnya besaran UMK Dumai sebesar Rp 3.383.834,29,- hasil kesepakatan DPK Dumai sudah mengacu PP No. 78/2015 tentang pengupahan.

Baca Juga :  Kalau Ditolak Gubri, UMK Dumai 2020 Bisa Ditinjau Ulang

Perusahaan di Dumai, kata Suwandy diharapkan dapat menerima dan setuju, serta jika diberlakukan Januari 202O dapat dilaksanakan dengan baik.

“Semoga Dumai tetap kondusif, dan perusahaan diharapkan menerima dan membayar upah buruh/pekerja dengan tidak melanggar ketentuan,” pinta Suwandy.

Namun Suwandy juga mengaku kwatir apakah perngusaha kecil dan menengah serta ritel mampu membayar upah sesuai ketentuan yang ditetapkan DPK Dumai naik 8,51 persen.

“Kalau ada perusahaan tak sanggup harus buat alasan yang jelas. Dan besaran UMK Dumai tahun 2020 tetap akan disosialisasikan ke perusahaan,” ungkapnya.

Sementara Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi dalam surat Nomor. 561/2001/DISNAKER tanggal 19 Nopember 2019 tentang rekomendasi usulan penetapan UMK Dumai tahun 2020 menyebutkan bahwa DPK Dumai telah melakukan rapat ulang.

Baca Juga :  Ada Apa Wako Dumai Undang Puluhan Managent Perusahaan?

Dalam rapat tersebut hal mengenai UMK Dumai ditetapkan mempedomani PP No. 78/ 2015 tentang pengupahan dan surat Kemenaker RI No. B-M/308/HI.01.00./X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi produk domestik bruto tahun 2019.

Sesuai usulan DPK Dumai, kata Zul AS, demikian dia dipanggil akrab, merekomendasikan kepada Gubernur Riau bahwa UMK Dumai untuk tahun 2020 adalah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan produk domestik tahun 2019 sebesar 8,51 % sebesar Rp 3.383.834,29,-.

“Dengan demikian kami berharap diterbitkan keputusan menjadi UMK Dumai tahun 2020,” pintanya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *