Tersebab “Asmara Mantra”, Facrizam Disangka Orang Gila

RiauKepri.com, PEKANBARU – Film Asmara Mantra kini menjadi topik pembicaraan khalayak ramai, terkhusus mahasiswa Universitas Lancang Kuning penasarannya terhadap Film Asmara Mantra produksi Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Tak habis di situ, salah satu aktor/aktris Asmara Mantra disangka orang gila karena proses pencarian jiwa penokohnya.

Adalah Fachrizam Apriandi, atau sering dipanggil Izam. Izam adalah salah satu mahasiswa FIB Unilak, yang dipercaya menjadi tokoh Dedi dalam film Asmara Mantra, kisahnya dalam proses pencarian tokoh membuat Tim Riaukepri.com terkejut, karena katanya ia sampai dikatakan orang gila. Begini ulasan singkatnya.

“Dan paling sering itu saya menghayal sendiri dan berbicara sendiri ketika saya lagi di jalan, di rumah dan juga ketika saya berbicara dengan kawan-kawan, sampai dibilang orang gila,” kata Izam sambil tertawa saat di wawancarai.

Mendalami sosok tokoh orang lain tentu menjadi beban tersendiri bagi aktrisnya, karena merubah karakter diri sendiri, juga harus proses mencari dengan merubah pergaulan sehari-hari.

Baca Juga :  Agus Salim: Ternyata Ada Juga Orang yang Peduli

“Dalam proses menjadi karakter Dedi pada awalnya saya mencoba mengambil contoh dari film yg bercerita tentang tokoh-tokoh yang puitis, bijak dan cerdas dalam berbicara, karena Dedi ini merupakan seorang penyair yg suka dgn puisi modern. Dedi ini termasuk tokoh dengan karakter seperti itu, jadi saya coba belajar dan mencari karakternya dari situ. Tentang bagaimana cara berbicara seorang sastrawan penyair, puitik dan bagaimana kehidupan sehari-harinya. Sering berkumpul dengan sastrawan dan penyair juga melihat bagaimana cara mereka berbicara dan banyak belajar dari masukan teman-teman yang juga terlibat dalam film ini terutama dari penulis naskah Asmara Mantranya langsung,” jelas Izam.

Izam juga mengakui mendapat kesulitan dalam mencari karakter Tokoh Dedi, seperti ungkapannya.

“Kalau untuk kesulitannya yang pertama itu lebih kepada cara dia berbicara, karena dalam setiap dialog yang diucapkan Dedi ini terdapat pengajaran dan pengetahuan. Jadi setiap dia berbicara itu membuat yang mendengarnya kagum dan mendapat pengetahuan baru dan itu yang menjadi tantangan bagi saya untuk membuat orang mengerti dengan apa yang saya ucapkan dan tahu dengan karakter Dedi ini adalah seorang penyair. Sedangkan yang kedua pada bahasa yang dedi pakai, karena dedi ini punya teman yang berbahasa melayu dan juga berbahasa Indonesia. Ketika dia berbicara dengan Irwandi dan Nurkasih cs dia berbahasa Indonesia, ketika dengan Rudi, Ramli dia berbahasa melayu jadi saya harus bisa membedakan itu , kalau untuk bahasa melayu Alhamdulillah karena bahasa sehari-hari saya melayu, kalau untuk bahasa Indonesia mungkin agak sedikit canggung bagi saya tapi itu memang harus saya lakukan dan belajar terus untuk itu,” tambah Izam lagi.

Baca Juga :  Kunjungi Puskesmas Pematang Pudu, Bupati Amril Instruksikan Beri Pelayanan yang Prima

Tentu dalam sebuah proses dan kebersamaan pastinya akan membuahkan kesan tersendiri oleh para pemain dalam film Asmara Mantra, dan mendapat keluarga baru yang memperkuat persaudaraan dan kerja sama Tim.

“Yang paling berkesan bagi saya adalah kebersamaan dan semangat team tentunya, karena saya orang baru dalam lingkungan FIB Unilak ini, jadi saya banyak mendapatkan keluarga baru teman baru dan semuanya ramah, berteman tidak memilih dan dalam setiap proses kami penuh dengan gelak tawa dari kawan-kawan satu team, yang pastinya memberi saya pelajaran bahwa orang asing bisa terasa seperti keluarga sendiri,” ungkap Izam lagi.

Baca Juga :  Munas Ika Unilak 3 Februari, 5 Nama Calon Ketua Sudah Mencuap

Facrizam adalah putra daerah Daik, Lingga. Lahir di Daik, 25 April 1996, putra pertama dari 4 bersaudara, dan putra dari Fauziah dan Syamsuddin. Keluarganya bertempat tinggal Kp. Seranggong Jaya di Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Prov. Kepri. Sekarang Facrizam menjadi mahasiswa Sastra Melayu, di Fakultas Ilmu Budaya Unilak. (RK7)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *