Dumai Juara se Riau, Gubri Keluarkan SK UMK 2020

Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar SE.

RiauKepri.com, DUMAI– Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau (Gubri) tentang Upah Minimum Kabupaten/ Kota se Riau sudah keluar.

Dalam SK Nomor : Kpts. 1198/XI/2019 tanggal 21 November 2019 yang ditandatangani Gubri Syamsuar tersebut, ternyata Dumai masih tetap juara.

Dari 12 kabupaten/ kota se Riau, UMK Dumai tahun 2020 berada pada peringkat tertinggi, sebesar Rp 3.383.834,29,-.naik 8,51 persen.

Sementara UMK tertinggi kedua adalah Kabupaten Bengkalis sebesar Rp. 3.261.357,42, dan UMK tertinggi ketiga Kabupaten Siak sebesar Rp 3.048.527,10-

Sesuai data yang diterima riaukepri.com Jumat malam menjelaskan bahwa Upah Minimum Kabupaten/ Kota se Riau sesuai SK Gubri diantaranya; Kota Pekanbaru Rp. 2.997.97,69 Kota Dumai Rp. 3.383.834,29.

Sementara Kabupaten Rokan Hulu sebesar Rp 2. 960.855,02, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Rp 2.985.193,00, Indragiri Hilir (Inhil) Rp 2.984.695,63, Kampar Rp 2.950.088,28 Bengkalis Rp 3.261.357,42.

Baca Juga :  Pemberlakuan Skala Upah dan UMSK Mendesak, Wawan; UMK Naik 5,47 Persen Lindungi Buruh

Sedangkan Kabupaten Siak sebesar Rp. 3.048.527,10 , Pelalawan Rp. 3.002.383,89, Kuantansingingi (Kuansing) Rp. 3.045.450,87,- dan Kepulauan Meranti Rp. 2.983.926,39 serta UMK Rokan Hilir (Rohil) sebesar Rp. 2.937.783,42,-.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai H Suwandy SH M.Hum melalui Sekretaris Disnakertrans Dumai MT Parulian Siregar SE membenarkan bahwa SK Gubri tentang UMK Dumai sudah keluar.

Dengan demikian, UMK Dumai tahun 2020 sebesar Rp 3.383.834,29 sudah sah dan akan berlaku mulai Januari 2020 mendatang.

Sesuai SK Gubri, pengusaha di Riau termasuk pengusaha di kota Dumai dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang telah ditetapkan.

Upah Minimum Kabupaten/Kota se Riau diberlakukan hanya bagi pekerja / buruh yang bekerja di kabupaten/ kota masing-masing yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 tahun.

Baca Juga :  Puskesmas Bukitbatu Bagi-bagi Masker Kepada Masyarakat

Seperti diketahui, UMK Dumai awalnya ditetapkan dalam rapat DPK Dumai naik 5,47.% menjadi Rp 3.289.033.30. Tapi FSB Kamiparho K.SBSI protes dan menolak, bahkan sampai menggelar aksi unjukrasa damai.

Ironisnya, hasil kesepakatan DPK Dumai itu ditandatangani walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi, terlanjur diantar ke provinsi, namun lantaran tak mempedomani PP No. 78/2015 tentang pengupahan akhirnya dikembalikan agar dibahas ulang. Sidang pembahasan ulang pun digelar.

Ketua DPK Dumai Drs H Hamdan Kamal menjelaskan sidang pembahasan ulang UMK Dumai dilakukan merupakan tindak lanjut dari surat Gubernur Riau (Gubri) No. 561/ DISNAKERTRANS/3020 tanggal 18 Nopember 2019 perihal UMK Dumai tahun 2020.

Sesuai hasil rapat DPK Dumai yang mengacu arahan Gubernur Riau penetapan usulan UMK Dumai tahun 2020 sesuai PP No. 78/ 2015 tentang pengupahan.

Baca Juga :  Tinggal Sempel 1 TPS, Syamsuar-Edy Raih 38,17 Persen

Adapun fariabel yang digunakan dalam penetapan UMK Dumai tahun 2020 adalah UMK tahun 2019, inflasi nasional periode September 2018 hingga September 2019, sebesar 3,39 %, pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan PDB) periode kwartal III dan IV, tahun 2018 hingga kwartal I dan II tahun 2019 sebesar 5,12 %.

“UMK Dumai tahun 2020 kita sepakati sesuai sebesar Rp 3.383.834,29 naik 8,51 persen,” tegas Ketua DPK Dumai Drs H Hamdan Kamal Sambil mengetok palu pertanda usulan UMK Dumai tahun 2020 disepakati.

Hasil kesepakatan yang diantar ke provinsi akhirnya disetujui menyusul SK.Gubri tentang Upah Minimum Kabupaten/ Kota se Riau dikeluarkan.

Besaran UMK Dumai tahun 2020 segera disosialisasikan ke perusahan di Dumai.. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *