Tak Optimal Karena Sakit, Sebaiknya Jabatan Kepala Disnakertrans Dievaluasi

Putra Irhas Samudera.

RiauKepri.com, DUMAI- Nampaknya kinerja Disnakertrans Dumai mulai dipertanyakan. Untuk itu jabatan Kepala Disnakertrans Dumai sebaiknya dievaluasi.

Desakan agar Walikota Dumai melakuan evaluasi bukan tanpa alasan. Pasalnya H Suwandy SH M.Hum sebagai Kepala Disnakertrans Dumai dinilai tak optimal memimpin instansi itu karena kondisinya memang sedang sakit.

Hal tersebut terlihat jelas tatkala puluhan massa Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAP TEKAL) Kota Dumai menggelar aksi demo damai di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai beberapa waktu lalu.

Dengan tujuan meminta Dinas terkait untuk menjalankan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan Dumai. Sebab FAP TEKAL menilai rekrut tenaga kerja di perusahaan di Dumai melanggar ketentuan itu.

Hanya saja, ketika massa minta klarifikasi, Kepala Disnakertrans Dumai H Suwandy SH M Hum tak hadir. Alasannya itu tadi, karena sakit.

Baca Juga :  Lagi, PT Ivo Mas Tunggal Beri Kesempatan Bea Siswa Untuk SMKN 6 Dumai

Tidak itu saja, saat ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera lndonesia (K-SBSI) Kota Dumai mendatangi Kantor Disnakertrans menggelar aksi damai terkait UMK Dumai tahun 2020.

Kala itu SBSI dengan tegas menolak tegas penetapan UMK oleh Dewan Pengupahan Kota (DPK) yang dinilai tidak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Massa tidak terima, UMK Dumai naik sebesar 5,4 persen menjadi sebesar Rp 3.289.033,30.

Sayang Kepala Disnakertrans Dumai juga tak kelihatan hadir menghadapi buruh. “Maaf beliau sedang sakit, sehingga tak bisa hadir,” kata salah seorang staf Disnakertrans Dumai.

Adalah Putra lrhas Samudera, seorang tokoh masyarakat Dumai yang cukup peduli kondisi ketenagakerjaan Dumai.

“Saya pribadi sangat prihatin dengan kondisi ketenagakerjaan sekarang, anak-anak tempatan banyak menganggur padahal perusahaan yang bercokol tidak sedikit, tentu ada yang salah dengan situasi sekarang ini. Ada tudingan, banyak perusahaan tidak merekrut tenaga kerja (naker) lokal mereka lebih cenderung membawa dari luar,” sesalnya kepada riaukepri.com di kantor Disnakertrans Dumai Jumat (22/1/19)

Baca Juga :  Ini Kondisi Imam di Pekanbaru Seusai Kena Tikam

Menurut Putra persoalan naker di Dumai jika diibaratkan kepada penyakit, sudah komplikasi. Kondisi itu diperparah dengan tidak tegasnya Disnakertrans dalam menjalankan amanat Perda Ketenagakerjaan Dumai.

Ditambah lagi ketika kondisi kesehatan Kadisnakertrans Dumai yang sering terganggu karena sakit. Konon kata Putra, Suwandy mengidap beberapa penyakit.

“Untuk itu pak Walikota Zulkifli AS perlu mengkaji kedudukan Kadis sekarang demi kebaikan beliau dan juga untuk dapat mengakomodir kepentingan masyarakat pencari kerja di Dumai.” jelasnya.

Putra menyarankan agar Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi menyikapi persoalan tersebut dengan bijak dan berharap mengambil keputusan dengan cepat, agar disisa masa jabatan mendapat apresiasi.

Baca Juga :  Sadis! Bocah di Siak Diculik dan Ditanam Hidup-hidup

Karena Zul AS, kata Putra pernah berjanji, pada visi pembangunan Kota Dumai 2016-2021, salah satu program kerja unggulannya saat itu adalah “Mengubah perda tenaga kerja dari 70:30 menjadi 100% tenaga kerja lokal.
”Tak payahlah sampai 100 persen balek ajo ke angko lamo dah hebat tu,” timpal lmron tokoh pemuda lainya.

Mereka berpesan agar Suwandy beristirahat dan fokus untuk perbaikan kesehatan. Biarlah yang lain memikirkan tentang ketenagakerjaan, karena masih banyak tenaga-tenaga muda potensial punya semangat dan etos kerja mumpuni untuk membenahi kompleksitas yang ada.

“Tunggu apa lagi Pak Wali, sekarang saatnya menganti Kadis yang tak mampu menjalankan visi dan misi Walikota, yang katanya, ” peduli dan beri solusi” ungkap lmron tersenyum. (Rls/RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *