Malam Anugerah Sagang 2019, Memamg Beda

Wagubri Edy Nasution foto bersama Kunni dan Kazaini.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Setelah beberapa minggu yang lalu menantikan siapa yang akan jadi peraih Anugerah Sagang dan setelah mengetahui para nominatorBudayawan/Sastrawan/ Seniman dan Buku Pilihan Sagang, hingga ditetapkanlah hasil pilihan Sagang yang dilakukan oleh tim penilainya yakni Rida K Liamsi (Pembina Yayasan Sagang), Armawi KH (Anggota Dewan Pembina Yayasan Sagang), dan Kazzaini K.S (Ketua Yayasan Sagang).

Adapun pilihan tokoh Budayawan/Sastrawan/Seniman pilihan Sagang yakni, Kuni Masrohanti dan Buku Pilihan Sagang yakni Celana Tak Berpisak (Griven H. Putra).

Malam Anugerah Sagang dilaksanalan Senin (25/11/2019) malam di Balai Pauh Janggi, Kompleks Gubernuran Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur H. Edy Nasution serta sejumlah tokoh budayawan, seniman, dan penyair Riau.

Baca Juga :  Di Balik Asap

Dalam elu-eluan, Kazzaini KS selaku Ketua Yayasan Sagang mengatakan, Anugerah Sagang kali ini berbeda dari tahun sebelum-belumnya.

“Alhamdulillah, acara Anugerah Sagang kembali digelar. Kali ini Anugerah Sagang kami adakan cuma 2 kategori, Budayawan/Sastrawan dan Buku Pilihan Sagang. Semoge ke depannya acara ini dapat lebih dan menjadikan tonggak kebudayaan kita”, ujarnya.

Setelah elu-eluan, dilakukan penyerahan anugerah Buku Pilihan Sagang “Celana Tak Berpisak” karya Griven H Putra yang langsung Ketua MKA LAM Al azhar didampingi Kazzaini KS.

Dalam sambutan budayanya, Griven H Putra menyampaikan, bahwa ia menulis dan menghasilkan karya merupakan keluh kesahnya. Banyak buku yang telah dibuat, dan pada judul ini pula terpilih dari tim penilai.

Baca Juga :  Gubri Serukan Bupati/ Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak, Ini Jadwalnya

“Saya menulis untuk saya. Bahwa sesungguhnya penulis untuk menuang keluh kesah. Celana Tak Berpisak merupakan karya yang saya keluh kesahkan. Buku yang juga tak jauh dari hal-hal Melayu, tapi tidak semuanya Melayu. Ucapan terimakasih kepada tim penilai yayasan sagang,” ujar Griven H Putra.

Pada acara penyerahan anugerah Tokoh Budayawan/Seniman/Sastrawan diserahkan Wagub Riau H. Edy Nasution kepada Kunni Masrohanti. Setelah penyerahan penghargaan teraebut, Kunni menyampaikan orasi budayanya yang berjudul “Bukan Kerja Seolah-Olah”.

“Berkesenian di Riau saat ini tidak lepas dari berbagai pihak. Kesenian di Riau diperkuat oleh berbagai komunitas-komunitas, karena bekerja melalui hati. Siapa yang tidak kenal Alm. Tennas Effendy dan Alm. Raja Ali Haji yang merupakan sosok yang menjadi panutan kita pada masa kini. Menjadi seniman/budayawan tidaklah sebuah kerja seolah-olah. Untuk apa kita berkesenian? Karena Indonesia membutuhkan itu semua,” jelasnya. (eric)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close