Tanoto Foundation Gelar Unjuk Karya Praktik Baik Program Pintar

Zul AS: Sejalan dengan Program Presiden

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi membuka unjuk karya praktik baik program pintar.

RiauKepri.com, DUMAI– Pemerintah Kota (Pemko) Dumai bekerjasama dengan Tanoto Foundation mengelar Pameran Pendidikan Unjuk Karya Program Pintar di Gedung Sri Bunga Tanjung Dumai Selasa (26/11/19)

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MS.i dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Perwakilan Tanoto Fondation, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Drs H Sya’ari. MP, berserta kepala OPD di lingkungan Pemko Dumai, Kepala Sekolah para Komite Sekolah dan para guru di Dumai.

Ketua Panitia Rahma melaporkan bahwa acara Unjuk Karya Siswa dari Program Pintar merupakan hasil kerjasama dengan Tanoto Foundation.

Acara tersebut menampilkan praktik dari sekolah SD, MI, SMP dan MTs se kota Dumai. Materi yang dipraktekkan adalah manajemen berbasis sekolah, pembelajaran aktif, peran serta masyarakat serta peran serta dari Pemko Dumai

Menurutnya kerjasama Pemko Dumai dengan Tanoto Foundation sudah terjalin sejak lama. Sebanyak 24 sekolah dengan 1.160 siswa terlibat di dalamnya.

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi menjelaskan apa yang dijalankan Tanoto Foundation sejalan dengan program presiden RI, yaitu peningkatan sumber daya menusia (SDM).

Baca Juga :  "Kampung Narkoba" Dumai Ikut Lomba KB Kesehatan Tingkat Nasional

“Ini sejalan dengan program bapak presiden RI, dalamlima tahun ke depan mengutamakan peningkatan SDM. Terimakasih kepada Tanoto Foundation,” katahya

Dijelaskan, program kerjasama dengan Tanoto Foundation sudah berjalan sejak Juli menyusul dilaksanakannya penandatanganan kerjasama atau MoU.

Program tersebut berdampak positif dan nyata karena dilaksanakan dengan sistematis dan terukur, sehingga hasilnya terhadap anak-anak dan pelajar bisa dilihat dengan nyata.

Kerjasama dengan Tanoto Foundation di bidang pendidikan akan terus terjalin. Sebanyak 24 sekolah dengan 1.160 siswa di Kota Dumai terlibat dalam program tersebut. Kedepan diharapkan dapat dikembangkan diseluruh sekolah yang ada di kota Dumai.

Direktur Tanoto Foundation Margaretta menjelaskan bahwa Tanoto Foundation merupakan badan filantropi independen dan bukan merupakan bagian dari program CSR dari perusahaan.

Tanoto foundation mementingkan persoalan pendidikan terutama bagi anak-anak agar menerima benefit dari usaha yang dilaksanakan bersama para guru yang dilatih oleh Tanoto Foundation sebagai investasi sumber daya manusia (SDM)

Baca Juga :  Hari Adhyaksa ke 59, Kejaksaan Negeri Bengkalis Gelar Festival Layang

Tanoto Foundation berkeyakinan bahwa pendidikan yang berkualitas akan mempercepat kesetaraan peluang. Dengan demikian diharapkan semua anak-anak bisa memiliki peluang yang sama dengan anak-anak yang lainnya.

Menurut Margaretta, Tanoto Foundation memiliki tiga program diantaranya; pertama; SIGAP (Siapkan Genarasi Anak Berpretasi).

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pusat pendidikan dan pengembangan anak usia dini di Indonesia. Baik itu di pedesaan dan di perkotaan. “Program ini juga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong anak-anak untuk berperilaku sehat dan aktif,” katanya.

Kedua, PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk.Kualitas Pembelajaran) yang fokus pada literasinhingga pengetahuan murid

Program PINTAR diluncurkan oleh Kemendikbud pada 29 September 2018 lalu. Bermitra dengan pemerintah pusat dan daerah serta Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Tanoto berupaya membangun sistem yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan madrasah. Karena itulah, Tanoto mendukung peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, orangtua, masyarakat, dan dosen LPTK itu sendiri.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ini yang Dilakukan Pemkab Siak

Hasil yang dicapai Tanoto pada 2018, kata Margaretta sangat menggembirakan. Selain sudah ada 5 provinsi mitra dan 14 kabupaten/kota mitra yang terlibat, ada 11ribu guru dilatih untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

“Sebanyqk 300 dosen dilatih untuk memberikan pembelajaran kepada calon guru dan 25 ribu calon guru di LPTK merasakan manfaat program. Itu hanyalah sekelumit hasilnya karena masih ada lagi hasil yang lain, jelasny

Kemudian ketiga; program.TELADAN (Transformasi), Edukasi dan Melahirkan Pemimpin Masa Depan), bertujuan pengembangan kep minpinan.masa depan.

“Melalui program TELADAN, para penerima beasiswa NCS dari Tanoto menerima pengembangan pribadi, kepemimpinan, dan karier yang lebih terstruktur. Di samping itu, mereka juga mendapat peluang untuk meraih paparan global,” ungkapnya.

Sementara Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia mengatakan bahwa program kerjasama antara Tanoto Foundation dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan hasilnya bisa dilihat dengan nyata.

Diharapnya program tersebut bisa dikembangkan lagi disekolah-sekolah yang ada di Provinsi Riau. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *