Catatan Kecil: Mantra, Asmara dan Kebenaran Itu

Tim "Asmara Mantra" FIB Unilak

‘”Serulah kebenaran dengan suara hati maka aku akan menjelma”

Pergerakan mahasiswa saat ini banyak tidak murni lagi. Dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, pelaku bahkan dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Untuk melawan hal yang tidak benar itu, harus muncul seorang yang mampu menggerakkan mahasiswa menuju arah kebenaran.

“Betuk kate Wak Jamal, filmnya bagus, puitis, untung Limah bawa handuk tadi buat nge lap air mata,” kate Mak Limah setelah menonton “Asmara Mantra” produksi FIB Unilak.

Iye Mak, walau pada cerita masih ada terasa yang hilang, namun itu membuat penonton tak beranjak dari kursi, lubang dalam jalan cerita menjadi tanda tanya penonton apa akhir dari cerita tersebut

Baca Juga :  3 Tahanan di Pelalawan yang Kabur Ditangkap, 4 Masih Diburu

“Aku tak sangkelah, ternyata Irwandi…”

Irwandi menghilang! Saat Farhan, mahasiswa yang terbongkar kejahatannya dalam gerakan demo mahasiswa. Farhan memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingannya pribadi.

“Aku menyangka Irwandi diculik oleh orang-orang Farhan lah,” kata Mak Limah lagi.

Ya! Hang Kafrawi sebagai penulis naskah mampu membungkus cerita dengan akhir yang jauh dari perkiraan penonton. Kemisteriusan Irwandi tersimpan rapat.

Dua setengah tahun mereka berteman dengan Irwandi, Dedi dkk hanya tahu bahwa Irwandi seorang pemuda yang menyukai mantra, menulis puisi dengan bentuk mantra.

Irwandi menggesa Dedi untuk bergerak , Irwandi muncul dengan menjadi ruh dalam pergerakan mahasiswa. Kata-katanya bagai mantra memberi kekuatan pada Dedi untuk bergerak di atas kebenaran.

Baca Juga :  Stand Diskop UMKM Bengkalis Raih Juara I, Pada Event Bandung Tourism Craft and Investment Expo 2019

Asmara mantra bukan hanya cerita jalinan asmara Nur Kasih dan Irwandi, melainkan lebih dari itu.

“Kita berbeda,” kata Irwandi menolak secara halus perasaan Nur Kasih padanya.

Apa maksud dari kita berbeda, apa perbedaan kita? Nur Kasih memandang buku mantra yang diberikan Irwandi padanya.

Menghilangnya Irwandi, membawa Nur Kasih, Dedi dkk mencarinya ke kampung Irwandi.Namun yang mereka jumpai, diluar perkiraan mereka, dua tahun setengah bersama Irwandi, tiada henti Irwandi memberi mantera penguat hati, Irwandi memberi keyakinan pada mereka untuk tetap berjalan di jalan kebenaran.

Baca Juga :  Gunakan Blangkon, Wakil Ketua Apkasindo Riau Daftar Ulang Calon DPD RI

Irwandi seorang pemuda dari alam berbeda, seorang yang telah meninggal 10 tahun yang lalu, namun ruhnya menjelma menjadi mantra. Menanamkan keyakinan kepada mereka yang mulai goyah pada pijakannya.

Tahniah Hang Kafrawi, sutradara sekaligus penulis naskah Asmara Mantra, film yang cocok untuk segala usia. Milenial bisa namun sangat puitis dan membuat degub debar di dada penonton yang disiram kata kata romantis dan mendayu hati. Asmara Mantra produksi FIB kerja yang luarbiasa

Karya anak negri yang tak melupakan tradisi akar ia berpijak untuk melangkah menggapai masa depan yang cemerlang

DM Ningsih 2019

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *