KPPBC Dumai Gelar Media Gathering, Revolusi Industri 4.0 Campur Tangan Manusia Berkurang

Kepala KPPBC Tipe.Madya Pabean B Dumai Fuad Fauzi didampingi Ketua PWI Dumai Kambali melakukan foto bersama dengan awak media di sela-sela media gathering BC Dumai Kamis (05/12/19).

RiauKepri.com, DUMAI- KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai gelar Media Gathering Kamis (05/12/19). Ketua PWI Dumai Kambali, pengurus dan anggota serta sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan media online hadir dalam acara yang digelar di halaman kantor BC Dumai di jalan Datuk Laksamana Kelurahan Buluhkasab Dumai Timur itu.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai Fuad Fauzi mengucapkan terimakasih kepada wartawan Dumai yang telah hadir dalam acara tersebut.

Menurut Fuad Fauzi, BC Dumai memiliki berbagai tugas diantaranya; menjaga perbatasan dalam tindakan penyeludupan. Mengoptimalkan penerimaan negara, memperlancar arus barang serta mendukung daya saing ekspor.

Kemudian memungut bea masuk barang import serta membantu Direktorat Jenderal Pajak untuk memungut pajak.

“Aparatur BC memiliki kewenangan pengawasan lalulintas barang antar negara,” terangnya sembari menambahkan bahwa di Dumai ada kawasan berikat dengan produk CPO dan turunan.

Sementara dalam siaran pers KPPBC Dumai menjelaskan bahwa Revolusi industri 4.0 seolah mendewakan konsep automalisasi mesin. Dampak terdekatnya adalah berkurangnya secara signifikan campur tangan tenaga manusia.

Dunia meyakinkan bahwa hal tersebut vital dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaag kerja dan biaya.

Baca Juga :  Rektor UIN: Kedatangan TGB Murni Kita Belajar Ilmu Tafsir

Hal ini dikemukakan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai Fuad Fauzi dalam siaran pers pada media gathering Bea &Cukai Kamis (05/12/19) pagi tadi.

Tak terelakkan, revolusi industri 4.0 pada akhirnya menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat secara luas, tanpa kecuali. Mempengaruhi perilaku dan budaya baru di masyarakat.

Di kalangan industri Era Industri 4.0 ditandai dengan tuntutan kalangan pengusaha kepada pengelola negara, tuntutan tumbuhnya percepatan di segala bidang. Berbasis tekhnologi informasi dan internet, semua hajat tersebut menjadi tidak mustahil diwujudkan.

“Waktu menjadi standar ukuran efisiensi, waktu adalah kesempatan yang tak berulang,” ujar Fuad Fauzi.

Bea & Cukai, kata Fuad Fauzi, tak mau ketinggalan oleh tuntutan jaman. Waktu menjadi standard ukuran efisiensi, waktu adalah kesempatan yang tak berulang.

Menurut Fuad Fauzi, Bea & Cukai tak mau tertinggal oleh tuntutan jaman. Jika saat ini Bea & Cukai Dumai tidak terlalu riuh dengan tamu dan pengguna jasa, bukan berarti beraktifitas di belakang meja sepi.

Pelayanan terus berjalan dengan mengandalkan tehnologi pertukaran informasi, tatap muka, tidak lagi menjadi persyarat berarti. Pelayanan dan pengawasan Bea & Cukai yang berbasis aplikasi menjadikan tatap muka teredukasi.

Baca Juga :  Alfedri Targetkan 31 Persen Penduduk Siak Bergabung di JKN

“Pelayanan dan pengawasan Bea & Cukai yang berbasis aplikasi menjadikan tatap muka teredukasi. Pelan tapi pasti, pelayanan dan pengawasan akan.mengandalkan tehnologi,” jelasnya.

Transparansi adalah jantung komunikasi. Menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat hingga kebijakan pemerintah tersampaikan dengan benar adalah tugas utama Humas organisasi pemerintah.

Tantangan bagi Humas pemerintah, ketika masyarakat cenderung kurang memberikan ruang apresiasi terhadap capaian-capaian pembangunan yang dilakukan para penyelenggara negara di pusat dan di daerah.

Memaksimalkan tehnologi, agar manfaatnya bisa dirasakan, termasuk oleh kalangan jurnalistik. Pengambilan dan pertukaran informasi dapat dengan mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja, melalui teknologi jaringan internet. Bea & Cukai, salah satu organisasi pemerintah, yang melaksanakan fungsi yaitu; Fasilitation adalah mendorong pemberian fasilitas kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kalangan industri, termasuk IMK, Community protector adalah peran Bea & Cukai melindungi masyarakat juga lingkungan alam.

Dijelaskan, upaya sinergi nyata yang telah dilakukan Bea & Cukai dengan awak media dalam hal tukar informasi diantaranya; tukar informasi.melalui siaran pers yang dibagikan untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan Bea & Cukai.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar MAN IC Siak Ikuti Kegiatan Homestay

Penyebaran informasi terkini, ragam kegiatan Bea & Cukai dapat diakaes melalui media sosial diantaranya Website, FB, IG, YouTube dan UU Keterbukaan Informasi Publik (UU No. 14 Tahun 2008).

“Komunikasi yang baik ditandai adanya semangat kejujuran dan transparansi. Tumbuhnya semangat bersama-sama membangun negeri, bukan saja mencerminkan kualitas jurnalistik yang baik, lebih dari itu mencerminkan martabat sebuah bangsa,” ungkapnya.

Sementara ketua PWI Dumai Kambali apresiasi BC Dumai yang nampaknya semakin terbuka kepada media. Hal tersebut sangat positif, karena BC merupakan nara sumber yang memang sangat dibutuhkan wartawan.

“BC salah satu instansi yang sangat dibutuhkan wartawan. Dengan dilaksanakannya kegiatan media gathering ini, semoga kerjasama semakin erat dan berjalan dengan baik,” harap Kambali.

Saat diberi ruang untuk tanya jawab, sejumlah wartawan pun menyambut baik sembari mengajukan berbagai pertanyaan, kritik dan saran. Khususnya menyangkut informasi, BC Dumai diminta agar lebih terbuka dan transparan. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *