BPJAMSOSTEK Belum Berlakukan Kenaikan Manfaat

Riadh; Surat Direktur Belum Masuk

Kacab BPJAMSOSTEK Dumai Muhammad Riadh didampingi Kabid Marketing Arman Yuniato dan Kabid Pelayanan Sri Nuryanti memberikan keterangan kepada wartawan RiauKepri.Com Dumai Jhonly Siahaan di kantor BPJAMSOSTEK Dumai

RiauKepri.com, DUMAI – Kabar gembira bagi peserta BPJAMSOSTEK (BPJS Ketenagakerjaan red). Jika Revisi Peraturan Pemerintah (PP) no. 44 Tahun 2015 tentang Penyelanggaraan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) diberlakukan akan ada penambahan manfaat yang sangat signifikan.

Dalam revisi PP No 44 Tahun 2015 tersebut tidak ada kenaikan iuran. Tapi yang justru yang menggembirakan, peserta akan menerima manfaat yang lebih baik, karena adanya peningkatan. Jika sebelumnya peserta meninggal, hanya satu anaknya diberi beasiswa dan satu kali saja dengan nilai Rp12 juta. Namun, dengan revisi PP No 44 Tahun 2015, maka manfaat beasiswa bagi anak peserta BPJAMSOSTEK meninggal dunia meningkat signifikan.

Sebab dua anak dari peserta meninggal dunia mendapat beasiswa mulai dari sekolah dasar hingga lulus sarjana. Jika beasiswa untuk dua anak tersebut jika diperhitungkan dengan mata uang, totalnya mencapai Rp174 juta.

Baca Juga :  Pejabat Dumai Ramai-ramai Hadiri Apeksi di Kepri, Ini Tanggapan Pedas Warga

Tidak itu saja, santunan untuk program jaminan kematian (JKM) juga mengalami peningkatan dua kali lipat. Jika sebelumnya hanya Rp 3 juta, naik menjadi Rp10 juta. Sedangkan total santunan sebelumnya hanya Rp 24 juta, namun jika revisi PP No. 44 tahun 2015 diberlakukan di maka akan meningkat menjadi Rp 48 juta. Hanya saja, BPJAMSOSTEK Dumai belum memberlakukan revisi PP No. 44 Tahun 2015 tersebut.

“Belum, hingga kini surat direktur terkait revisi PP No. 44 tahun 2015 belum turun, sehingga kenaikan manfaat JKK dan JKM belum diberlakukan di Dumai,” jelas Kepala Cabang (Kacab) BPJAMSOSTEK Dumai Muhammad Riadh kepada riaukepri.com di ruang kerjanya Jumat.

Baca Juga :  Kreatif, Lahan Tidur Kampung Tengah Produksi 5 Ton Padi

Konon kabarnya, revisi PP No. 44 tahun 2015 tersebut sudah ada di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan akan segera ditandatangani. Jika sudah ditandatangani Presiden, kemudian sesegera mungkin diumumkan kepada masyarakat.

Ketika ditemui riaukepri.com di ruang kerja Jumat sore tadi, Riadh tak sendirian. Kepala Bidang (Kabid) Marketing Arman Yuniato dan Kabid Pelayanan BPJAMSOSTEK Dumai Sri Nuryanti turut mendampingi

Menurut Riadh, pihaknya tetap komitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan program. ‘jemput bola’ juga harus dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Riadh mengakui bahwa yang membantu BPJAMSOSTEK Dumai dalam menyukseskan program, tidak hanya eksekutif, legislatif dan yudikatif semata. Namun insan pers, LSM, pengurus SP/SB, tokoh masyakat (Tomas), tokoh pemuda Tokoh Agama dan pihak lain turut punya andil. Untuk itulah, pinta Riadh, BPJAMSOSTEK Dumai agar lebih inten melakukan pertemuan-pertemuan di Dumai.

Baca Juga :  Sukses Raih Penanganan Tipikor Terbaik II Se Riau, Kejari Bengkalis Gelar Doa Bersama dan Syukuran

“Tak perlu harus pertemuan formal, bawa santai saja namun membawa manfaat,” pintanya sambil melirik Kabid Pemasaran Arman Yunianto.

Sementara sebelumnya, Arman Yunianto telah menginformasikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan silaturahmi dengan mitra di Dumai. Teranyar, pihaknya sudah melakukan pertemuan silaturahmi dan makan siang bersama SP/SB dan Apindo serta pengurus Kadin Dumai disaksikan wartawan di Rumah Makan Fajar Indah Dumai. Dalam pertemuan tersebut mengemuka bahwa pengurus SP/SB serta Pengurus Apindo dan Kadin siap bekerjasama menyukseskan program BPJAMSOSTEK Dumai. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *