PT Everbright Abaikan Panggilan Disnakertrans Dumai

Mediasi Pekerja dengan Perusahaan Ditunda

Kabid HI dan Syaker Disnakertrans Dumai Irwan S.Sos memberikan penjelasan kepada Riau-Kepri.com tadi siang.

RiauKepri.com, DUMAI– Panggilan Klarifikasi ke II/ Mediasi II dari Disnakertrans Dumai tak dihadiri PT Everbright. Sehingga ada kesan, managemen perusahaan (PT Everbright) mengabaikan surat panggilan instansi spesialis ketenagakerjaan tersebut. Kondisi itu jelas merugikan pekerja, karena mediasi antara perusahaan dan pekerja atas nama Jumai terpaksa ditunda.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai melalui Kabid HI dan Syaker Disnakertrans Dumai Irwan S.Sos membenarkan bahwa kalarifikasi II/ sidang mediasi II antara PT Everbright dan pekerja bernama Jumai sesuai agenda akan dilaksanakan Kamis (05/12/19).

Kendati pekerja sudah hadir, namun mediasi tak bisa dilakukan lantaran managemen PT Everbright tak hadir.

“Surat panggilan untuk sidang mediasi III segera dikirim kembali ke perusahaan dan kepada pekerja,” ujar Irwan kepada Riau-Kepri.com di ruang kerjanya Jumat siang ini.

Pemanggilan terhadap perusahaan dan pekerja dilakukan merupakan tindak lanjut dari surat permohonan pengaduan perselisihan hubungan industrial pekerja atas nama Jumai tanggal 29 Oktober 2019 kepada Disnakertrans Dumai.

Baca Juga :  Wajib Patuhi Perda, Ketua LMB: Kalau Matahari Melanggar Harus Hengkang

Pemanggilan dilakukan sesuai ketentuan pasal 10 UU No. 2 tahun 2005 tentang perselisihan hubungan industrial, juncto Permenakertrans No. 17/ 2014 tentang pengangkatan dan pemberhentian Mediator Hubungan Industrial serta tata kerja Mediasi.

Disnakertrans Dumai melayangkan surat panggilan klarifikasi II/ sidang mediasi II kepada perusahaan dan pekerja untuk hadir di Kantor Dianakertrans Dumai c/q hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja untuk bertemu dengan Kabid HI dan Syaker Irwan S.Sos.

Sebelumnya Disnakertrans Dumai, kata Irwan, sudah melayangkan surat panggilan klarifikasi I/ sidang mediasi I, namun perwakilan perusahaan hadir tanpa membawa data yang diperlukan. Untuk itulah dilayangkan surat panggilan klarifikasi II/ Mediasi II tanggal 3 Desember 2019.

Namun sayang surat panggilan II Disnakertrans Kota Dumai tersebut tak diindahkan managemen PT Everbright. Sehingga pekerja atas nama Jumai yang dipecat perusahaan secara sepihak kecewa berat

“Saya tinggal di Duri pak, datang ke sini jelas membutuhkan biaya, waktu juga jadi sia-sia,” sesal Jumai kepada RiauKepri.com secara terpisah Jumat sore.

Baca Juga :  Disnakertrans Dumai Panggil 96 Perusahaan di Dumai, Apa Pasal?

Boleh jadi benar, karena Jumai datang ke Dumai membutuhkan biaya makan dan uang minyak motor. Waktunya juga tersita satu hari penuh.

Menurut Jumai, dia sudah tiga setengah (3,5) tahun berkerja di perusahan asal Medan Sumut yang bergerak di bidang distribusi barang tersebut.

Jumia dipecat dari perusahaan hanya masalah sepele. Ketika mereka membongkar kecap dan barang lain di Sebanga Duri, dia terpaksa membayar ongkos bongkar (OB) kepada SPSI Duri.

Karena seperti biasa bongkar muat barang dilakukan serikat Pekerja (SPSI) Duri. Setelah selesai dibongkar, buruh menagih ongkos bongkar (OB) yang besarnya tak seberapa, hanya Rp 5.000,-.

Namun karena pemilik toko tak mau
membayar, dan perusahaan tak menyediakan dana OB tersebut, Jumia akhirnya mengambil inisiatif membayar OB sebesar Rp 5.000,- tersebut.

Namun, apa lacur, kebijakan yang diambil Jumia demi kelancaran usaha PT Everbright justru dimanfaatkan managemen perusahaan melakukan tindakan yang merugikan pekerja

Sejak Jumia membuat laporan dan mencantumkan dana pengeluaran Rp 5.000- untuk dana OB ke SPSI, sejak itulah tanggal Absen ditahan menegamen perusahaan.

Baca Juga :  Disnakertrans Rapat Bersama Perusahaan, Fadhly: Segera Laporkan Data Naker

Menurut, Jumia kalau absen ditahan perusahaan, sebagai pertanda pekerja sudah diberhentikan (PHK).

Ironisnya, kata Jumia yang tinggal di Jalan Obor III Duri kecamatan Mandau itu, kendati sudah di PHK secara sepihak, namun managemen perusahaan justru menahan Ijazah SMK asli miliknya. Hak dia sebagai pekerja juta tak diberikan perusahaan.

Bahkan, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perusahaan dan pekerja tak pernah diberikan kepada mereka. Dia juga tak penah menerima surat peringatan (SP) dari PT Everbright. “Saya jelas merasa dirugikan, untuk itulah saya melapor ke Disnakertrans Dumai,” sesalnya.

Sayang managen PT Everbright di Jalan Ombak Dumai belum berhasil dihubungi guna konfirmasi.

Sementara Kabid HI dan Syaker Disnakertran Dumai Irwan S.Sos minta agar dalam klarifikasi III/ Sidang Mediasi III, perusahaan membawa data dan dihadiri perwakilan yang berwenang mengambil keputusan. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *