Dosen Unilak Ikut Bahas Perubahan Iklim di Madrid

Ir Emy Sadjati M.Si (baju batik) melakukan presentasi di konferensi UNFCCC di Madrid.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak), Ir. Emy Sadjati.M.Si, ikut hadir dalam konferensi ke-25 konvensi kerangka kerja perubahan iklim (COP 25 UNFCCC).

Helat ini juga diikuti berbagai lembaga, LSM, akademisi, pejabat berkumpul di Madrid pada tanggal 6 sampai 13 Desember 2019. Pertemuan yang diberi nama pavilion Indonesia cop 25 unfccc (United Nations Framework Convention on Climate Change/Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa)

Dalam surat undangan kepada Emy, dijelaskan pavilion Indonesia Cop 25 UNFCC merupakan upaya soft diplomasi dan komunikasi delegasi RI kepada 197 anggota UNFCCC mengenai program perubahan iklim di Indonesia.

Baca Juga :  Rusidi: Mengubah Perolehan Suara Peserta Pemilu, Penjara Menanti

Tujuan kegiatan ini mempromosikan keberhasilan mengenai kebijakan program dan aksi nyata kegiatan pengendalian perubahan iklim di Indonesia, baik yang dilakukan pemerintah, LSM, swasta, akademisi, pemuda dan masyarakat pada umumnya.

Berbagai informasi tentang mitigasi, adaptasi dan pendanaan perubahan iklim dan pasar karbon, peningkatan kapasitas, alih teknologi ataupun kegiatan pendukung lainnya yang mendukung. Selain itu juga kegiatan ini upaya meningkatkan jejaring kerja sama terkait program pengendalian perubahan iklim dengan kalangan internasional.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp saat akan presentasi di Madrid, Emy mengatakan, rangkaian kegiatan selama di Spanyol berupa talkshow, pameran, pertunjukan seni, budaya dan diskusi formal. Di Madrid Ia berperan sebagai penanggap terkait ethnic comunity and property right dan agroforestri (komunitas etnis dan hak properti dan agroforestri).

Baca Juga :  Atlit Perpani Siak Raih 3 Medali dari Panglima TNI Open 2019

Dijelaskan Emy, di konvensi itu ada 4 hal yang disampaikan yaitu, satu, pemberdayaan masyarakat untuk aksi perubahan iklim, kedua, peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam rangka aksi perubahan iklim, ketiga, kelompok tani hutan Dayak misik melakukan perjuangan untuk keadilan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup di hutan kalimantan tengah, dan terakhir membangun perubahan iklim sebuah pelajaran dari suku Dayak di Kalteng.

“Tentunya dengan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi saya dan juga kampus Unilak, saat saya presentasi para peserta dari negara lain memberikan respon yang baik dan antusias,” ujar Emy. (RK7)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *