Hadirkan Sumber Dari Kementrian, Diskop Bengkalis Gelar Sosialisasi Peraturan ‎Perkoperasian‎

Suasana sosialisasi yang di taja Diskop UKM Kabupaten Bengkalis

RiauKepri.com, BENGKALIS – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Bengkalis, menggelar Sosialisasi Peraturan ‎Peundang-undangan Bidang Perkoperasian Angkatan I yang di Kantor Diskop dan UKM Bengkalis, jalan Pertanian, Selasa (10/12/19) pagi.

Kegiatan Sosialisasi ‎Peraturan ‎Perundang-undangan Bidang Perkoperasian Angkatan I yang akan berjalan selama 2 hari tersebut, dengan mengundang ‎nara sumber dari Kementrian Koperasi dari Jakarta, ‎Achmad Junaedi, SE.ME, yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bengkalis, Herman Achmad.

Sementara, dalam pembukaan Sosialisasi ‎Peraturan ‎Perundang-undangan Bidang Perkoperasian‎ di ruang aula Kantor Diskop Bengkalis itu, dengan dihadiri seluruh ASN dan Karyawan di Dinas tersebut, juga para peserta sosialisasi dari sejumlah pelaku usaha di beberapa Kecamatan se Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga :  Kurir 2.000 Ekstasi dan 500 Gram Sabu Diamankan di Pekanbaru

Untuk Sosialisasi ini, akan berlangsung selama 2 hari mulai hari ini, Selasa ‎ ‎(10/12/19) di salah satu hotel di Bengkalis.

Heman menyampaikan dalam sambutannya, ‎ bahwa Keprasi mempunyai peran besar dalam perekonomian dunia. Sehingga setiap pelaku usaha harus punya motivasi, bagaimana caranya bisa membesarkan koprasi yang menjadi badan usahanya tersebut.

“Sebenarnya, Koperasi itu, bukan hanya sebatas bidang usaha saja, tapi banyak hal yang bisa dilakukan di dalam Koperasi, seperti bergerak di bidang sosial, keagamaan dan lain sebagainya, “kata Herman.

Baca Juga :  Budhi: Inovasi Mendekatkan Masyarakat dengan Pelayanan Publik

Oleh karena itu, ‎lanjut dia, perlunya ddisosilisasikan peraturan ‎peundang-undangan bidang perkoperasian‎ ‎tersebut, agar kelompok masyarakat yang telah mendirikan koperasi, atau yang akan mendirikan koperasi bisa berjalan dengan baik, sesuai yang diharapkan semua pihak.

“Bayangkan saja, di Kabupaten Bengkalis ada sekitar 303 operasi yang terdata di Dinas kita tahun 2019, namun ‎yang terlihat aktif hanya sekitar 102 koperasi. Artinya, dengan sosialisasi perkoperasian‎ ini, supaya bagaimana koperasi yang fakum tersebut bisa hidup kembali dan bagii yang aktif bisa lebih besar lagi, “ujar Herman. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *