Pegawai “Ongok Lade” di Pemprov Riau Selamat Dari Tes Urine?

Wagubri Edy Nasution saat mengumpulkan pegawai lingkungan Pemprov Riau siang tadi.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kali ini, Selasa (17/12/2019), siasat Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution, untuk “menangkap” pegawai di kantor gubernur Riau yang bersekutu dengan Narkoba dengan tes urine dinilai tak berhasil. Ratusan Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (THL) banyak yang tak hadir untuk mengikuti apel pagi.

“Kita senang adanya gerakan disiplin dari gubenur dan wakil gubernur Riau yang baru ini, apalagi mereka berdua sangat anti Narkoba,” kata salah seorang PNS esselon IV di kantor gubenur Riau.

Selama ini, kata pegawai pindahan dari Pemko Pekanbaru itu, penempatan jabatan dan penerimaan pegawai honor macam “onggok lade (cabe)” saja. Comot sana comot sini, tak pakai pilih, siapa yang sebenarnya lebih kompeten dan benar-benar mau berkerja.

“Kita tahulah siapa pegawai yang onggok lade itu, sebagian dari mereka ini terlibat Narkoba. Sehingga kerjanya sudah tak benar lagi. Kasus pidana pencurian di kantor gubernur ini, kita yakin mereka tak punya uang lagi untuk membeli Narkoba dan nekat mencuri,” ucap sumber itu.

Baca Juga :  Milad ke-62 Riau, Syam-Edy Kenakan Baju Kebesaran Gelar Adat Melayu

Geramnya, sambung sumber itu, apel pagi tadi banyak pegawai yang tak hadir dan tak hadir itu sebagian besar pegawai “onggok lade.” Kalau sempat mereka datang tadi, jelas banyak yang ketahuan pemakai Narkoba, sebab kabar yang beredar pada apel pagi tadi Wagubri akan melakukan tes urine mendadak.

Kepada wartawan, Wagubri Edy Nasution, mengaku banyaknya pegawai yang tak hadir apel pagi Selasa karena
ada kekhawatiran dari ASN dan THL takut dicek urinenya. Untuk itu, dirinya menyampaikan kepada pegawai yang tak hadir tadi untuk dikumpulkan kembali.

“Ada sekitar 150 pegawai, termasuk ASN dan THL yang dikumpulkan barusan ini. Masih ada sekitar 100 pegawai lagi yang belum hadir saat saya kumpulkan di lapangan, tadi” ungkap Edy Nasution.

Edy Nasution menegaskan, yang tidak hadir apel tadi untuk dikumpulkan lagi sore atau malam di kediamannya. Dirinya selalu menyampaikan terkait kedisiplinan pegawai dalam melakukan apel pagi.

Baca Juga :  Rendah Kesadaran Masyarakat Memasang Bendera Merah Putih Setengah Tiang

“Saya hanya ingin mengajak untuk tertib dan disiplin. Saya dan gubernur tidak membuat peraturan baru. Hanya menjalankan peraturan yang sudah ada. Kami juga meminta THL menandatangani fakta integritas, karena banyak yang mau jadi THL,” jelas Edy Nasution.

Saat apel pagi tadi, Selasa
Edy Nasution mendapati banyak ASN dan THL lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tak apel.

Di tengah lapangan dan teriknya matahari, Edy Nasution didampingi Sekdaprov Yan Prana Jaya, memberikan pengarahan kepada ASN dan THL yang tak apel tadi pagi.

“Saya sudah laporkan kepada gubernur akan mengambil apel pagi, sebab saya mau melihat tingkat kehadiran. Ternyata yang saya lihat tidak seperti hari-hari biasanya, banyak yang tidak hadir,” kata Edy Nasution.

Karena banyak pegawai yang tak ikut apel pagi, sorenya, Edy Nasution kembali mengumpulkan sekitar 90 pegawai karena tidak berada di ruangan saat jam kerja siang.

Baca Juga :  Lusa, Ketua KONI Kabupaten Bengkalis akan Lantik Pengurus KOK Bukit Batu

Dalam hal ini, Edy Nasution menegaskan kepada seluruh pegawai tersebut untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

“Ini kita tegaskan agar mereka ke depan tertib dan ikut apel, yang sore ini kita kumpulkan lain lagi dari yang siang tadi. Tapi ini sisanya ada 90 orang yang tak ada siang tadi,” kata Edy Nasution.

Geram dengan pegawai yang malas-malasan, Edy Nasution mengatakan, kalau THL yang tak bisa tertib, ini bulan Desember, dilakukan perpanjangan kontrak. “Ya, sebaiknya tak usah diperpanjang kontraknya kalau tak bisa tertib,” ujarnya.

Hal serupa juga berlaku bagi mereka yang berstatus ASN. Meski tidak dapat memecatnya secara langsung, namun Edy Nasution tegas mengatakan bahwa dia akan mengajukan keberatan bekerja untuk ASN yang malas di Pemprov Riau.

“Kalau ASN sanksinya sesuai aturan yang berlaku. Kalau tidak bisa tertib ajukan saja keberatan, tak usah tugas di sini, itu kalau dia keberatan bekerja di sini,” ucap Edy Nasution. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *