“Riau Photo Festival 2019” Upaya Merangkai Kreativitas Rupa Riau

Husnul sedang berbincang dengan para seniman fotografi

RiauKepri.com, PEKANBARU – Co gito ergo sum; Rene Descartes. Unggkapan yang sempat dituang dalam bukunya berjudul principia philisophiae,tahun 1685 ini, masih menjadi adagium yang wangi bagi para praktisi yang selalu gelisah dengan ”birahi” kreativitas. Apapun ruang dan bentuknya, maka kalimat “Áku berfikir maka aku ada” ini turut di-amini oleh Fachrozi ketika bung Ozi (sapaan akrab Fachrur Rozi) selaku kurator acara Riau Photo Festival 2019 dengan mengusung tema “Artificial Art” saat memberi kata sambutan dalam acara pembukaan pameran di acara tersebut.

“Bahwa melalui aktifitas berfikir, seseorang dapat mengambil sebuah keputusan dan bertindak! Dan ajang event Riau Art Festival ini adalah merupakan ajang eksistensi manusia dalam mengokah karya seni, terutama di bidang fotografi. Karya-karya yang disuguhkan pada ajang ini, hanya berjumlah 12 karya (7 fotografer) dari sekian banyak karya foto serta fotografer terbaik yang masuk ke meja kurator. Bukan berarti yang lain tidak baik, tapi 12 karya ini memang dipilih berdasarkan standarisasi foto seni yang layak dipamerkan, baik dari sisi tekhnis maupun artistik,” tambah Bung Ozi lagi.

Pameran tersebut dilaksanakan di Harry Parhimpunan Gallery, Jalan Kundur no 5 I, Pekanbaru. Gallery ini didirikan oleh Ketua NBA (Nongkrong Bareng Arsitek), Parlindungan atau biasa dipanggil Bang Parlin. “Rumah ini adalah milik orang tua saya, jadi beberapa waktu lalu saya menghadap ke ibu saya dan mengajukan peminjaman rumah ini untuk saya jadikan gallery, dan alhamdulillah ibu saya menyetujui permohonan saya tersebut,” kata Bang Parlin dalam menyampaikan kata sambutan diawal acara seremonial pembukaan Riau Art Festival tersebut. “Saya yakin bahwa gallery ini masih jauh dari kata layak sebagaimana idealnya ruang gallery. Masih perlu banyak pembenahan serta perbaikan, namun saya tak mungkin menunggu hingga maksimal dahulu baru tempat ini saya buka sebagai gallery, biarlah itu akan saya lakukan perlahan-lahan ke depannya,” sambung Bang Parlin lagi.

Baca Juga :  Pawai Takbir di Siak Meriah, Ini Pesan Alfedri

Riau Photo Festival yang diselenggarakan mulai dari tanggal 13 sampai dengan 28 Desember 2019, dibuka untuk umum dan gratis. Arza Aibonotika, judul karya ; New Hope Paradoks (media kanvas), Dedi Sutisna, judul karya ; Illusion Forest (media kanvas), FB Rian Anggoro, judul karya ; Bumi Berapi (media Aluminium Composite Panel/ACP), Julian Sitompul, judul karya ; face off (media kanvas), Reza F. Kampay, judul karya ; CPU Box Camera a part of Afghan Box Camera Project (media kayu, besi & kaca) dan Syamyatmoko, judul karya ; Peradaban Asap (media print on paper mix acrylic ; 12 frame), adalah karya-karya terbaik yang lulus kurasi dan layak pajang diajang ini.

Riau Art Festival yang secara resmi dibuka oleh Husnul Kausarian, Ketua Badan Riau Creative Network (BRCN) ini, adalah merupakan ruang “uji nyali” bagi para praktisi foto yang ada di Provinsi Riau, sebab helat yang sejenis ini memang belum pernah diselenggarakan di Provinsi Riau, di mana wilayah artistik dan tekhnis print out (cetak) di-standarisasi oleh tim kurator.

Baca Juga :  Forkopimda Dumai Deklarasi Pemilu Damai

“Menjadi kebanggaan bagi saya pribadi dan Badan Riau Creative Network bisa ambil bagian dalam ajang ini. Ajang ini bukanlah peristiwa biasa, melainkan sebuah peristiwa yang bagi Riau sendiri memang cukup istimewa. Selain konsep pameran yang memang dikemas sedemikian rupa, para peserta yang terlibat pun adalah teman-teman para praktisi fotografi yang sudah malang melintang hidup dalam kreatifitas foto. Saya pribadi banyak menyaksikan pameran-pameran fotografi, tapi kurasi karya serta penyaringan yang dilakukan tidak seperti ajang Riau Photo Festival ini,” kata Husnul Kausarian ketika memberi testimoni di acara pembukaan tersebut.

Selaku Pimpinan BRCN, tambahnya lagi, berlangsungnya acara ini merupakan energi besar bagi saya serta teman-teman BRCN untuk bisa lebih banyak berbuat dalam rangka mesuport peristiwa-peristiwa kreatif di bidang apapun, terutama fotografi. “Saya tahu benar bahwa beberapa waktu lalu Syam Art Manajemen juga menyelenggarakan pameran fotografi “Luar Ruang”, di mana karya-karya foto terbaik dipajang pada media billboard dengan ukuran variatif di jalan-jalan protokol Kota Pekanbaru, dan ajang itu adalah yang pertamakali diadakan untuk tingkat Asia Tenggara. Semoga helat itu bukanlah yang terakhir bagi dunia fotografi, tapi mememang menjadi kalender kegiatan di tiap tahunnya.

BRCN yang dilahirkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Riau no. 29 tahun 2019, adalah sebuah badan Independent yang memiliki misi sebagai katalisator untuk para praktisi ekonomi kreatif dari 16 sub sektor yang ada di provinsi Riau, maka kami siap membentang laman dan berjabat erat untuk kita saling berelaborasi demi kemajuan Provinsi Riau dikemudian hari. Saya sadar bahwa tugas saya sebagai ketua BRCN adalah tugas yang tidak ringan, banyak hal dan tantangan yang harus dihadapi, namun saya juga yakin bahwa itu semua dapat diatasi dengan mudah apabila kita bisa saling bekerjasama, kolaborasi serta saling mengisi antar satu dengan lainnya demi kemajuan ekonomim kreatif yang ada di negeri ini,” ucap Husnul.

Baca Juga :  Tanggapi Keluhan Warga, PDAM Cabang Sungai Pakning Gesa Perbaikan

Dalam kesempatan ini Husnul juga menyampaikan bahwa beberapa hari lalu dirinya diundang oleh Gubernur Riau, Pak Syamsuar, untuk menghadiri presentasi/ekspose DED gedung kreatif hub dari konsultan yang merancang design tersebut. Gedung Kreatif Hub yang rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2020 itu adalah sebuah refleksi kegelisahan beliau (Gubernur Riau) terkait dunia ekonomi kreatif, sebab potensi yang dimiliki oleh Riau sangat besar, namun belum terakomodasi secara maksimal.

“Mudah-mudahan dengan berdirinya gedung tersebut, mampu memberi ruang yang lebih lapang bagi para praktisi-praktisi ekonomi kreatif yang ada di Provinsi Riau ini.
Syabas dan tahniah untuk teman-teman Komunitas Arengkai 1, semoga ajang ini mampu mengispirasi bagi penggiat fotografi lainnya. Dan besar harapan kami dari BRCN, suatu hari nati kita bisa berkolaborasi dengan lebih luas dan maksimal,” tutup Husnul Kausarian dalam acara tersebut.

Selanjutnya Husnul Kausarian dengan ditemani para peserta undangan lainnya, berjalan menuju pintu masuk dan menggunting pita sebagai tanda diresmikannya acara pameran Riau Photo Festival 2019.

Bambang Wahyu Jatmiko

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *