Tahukan Reynhard Sinaga, Ayahnya Buronan DLHK Riau

Reynhard Sinaga. (net).

RiauKepri.com, PEKANBARU– Saat ini nama Reynhard Sinaga mendunia. Bukan karena prestasi tapi karena
tersandung masalah pidana.

Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memperkosa puluhan pria, Senin (6/1/2020). Hakim Pengadilan Manchester, Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai sosok predator seks terbesar dalam sejarah Inggris.

Dalam sidang vonis, Reynhard dinyatakan bersalah atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban. Aksinya ini terjadi dalam rentang waktu dua setengah tahun, yakni 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Ternyata Reynhard Sinaga adalah putra pemilik PT Ronatama, Saibun Sinaga, yang merupakan buronan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) atas kasus perambahan kawasan hutan di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Baca Juga :  Nunggak Listrik Rp 37 M, Bila Malam Pekanbaru Terasa Horor

“Hingga saat ini Saibun Sinaga masih berstatus DPO (daftar pencarian orang),” ujar PPNS DLH Provinsi Riau, Agus, Rabu (8/1/2020).

Kata Agus, pihaknya juga masih belum berhasil mendatangkan Saibun untuk pemeriksaan atas dugaan perambahan kawasan hutan oleh perusahannya. Meski buronan, status Saibun belum sebagai tersangka. melainkan saksi yang tidak koperatif dalam pemanggilan.

“Putusan PN (Pengadilan Negeri Inhu) juga tidak menjelaskan untuk mendindaklanjuti pemeriksaan terhadap Saibun Sinaga,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut, sebenarnya penyidik DLH Provinsi Riau menetapkan Martua Sinaga yang merupakan pekerja di PT Ronatama sebagai tersangka.

Baca Juga :  Wagubri: Film Asmara Mantra Sebuah Kreatifitas Riau Menuju Nasional

Selanjutnya, seiring proses hukum berjalan, pada 20 Februari 2019 lalu, Martua Sinaga divonis 3 tahun 8 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Indragiri Hulu. Tak terima, Martua Sinaga sempat menyatakan banding.

Menurut informasi yang diterima Agus, putusan banding itu menguatkan vonis sebelumnya. “Ya, informasinya putusan banding memperkuat putusan PN,” ucap Agus.

Bahkan, beberapa barang bukti yang diamankan oleh penyidik DLHK Riau dirampas untuk negara.

Adapun barang bukti tersebut berupa satu unit komputer excavator Hitachi, satu unit amper minyak excavator, satu unit kunci kontak excavator, satu unit CPU controler excavator, serta dua unit ekscavator merk Hitachi.

Baca Juga :  Bappeda Bengkalis Kuatkan Sistim PPD

Dari hasil pemeriksaan di pengadilan, status kawasan yang digarap oleh PT Ronatama merupakan Hutan Produksi Terbatas Sungai Keritang, Sungai Gansal. Mereka tidak mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menggarap kawasan HPT tersebut. (RK1/net)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *