Jangan Berhenti  Berharap Seperti Dirimu yang Tidak Pernah Berhenti Bermimpi

Ilustrasi (net)

Mak Limah memandang bentang lautan yang luas di hadapannya, matanya memancarkan kesedihan yang teramat sangat. Aku memahami apa yang dirasakan Mak Limah. Anaknya Romli sudah dua tahun tidak bisa pulang ke kampung tersebab pekerjaannya. Romli memang selalu menelpon Mak Limah, terkadang memakai video call.  Namun bagi Mak Limah, itu belumlah cukup. Anak  bungsu yang sangat ia sayangi itu, sungguh Mak Limah ingin memeluk Romli, melepaskan kerinduan.

“Aku begitu berharap Romli dapat datang tahun ini, tapi dia menelponku, tahun ini pun  dia tak bisa datang. Tidak bisa balek kampung.”

“Kenapa Mak tak minta Romli mengajak mak tinggal bersamanya.”

“Aku tak mau menyusahkan anakku, dia punya istri. Lagipula Romli tidak ada menawarkan, aku segan. “

Harapan Mak Limah begitu besar pada anak bungsunya itu. Satu-satunya anaknya yang berhasil merantau. Kalau aku tak salah Romli menjadi pengusaha sukses di kota.

Mak Limah memang tak pernah berhenti  berharap, mendoakan anak-anaknya sukses dan bahagia.

“Aku hidup karena harapan itu,” kata Mak Limah “Seperti aku membangun impianku untuk anak-anakku,” kata mak limah lagi.

Baca Juga :  Sebanyak 2.896 Orang Mendaftar CPNS Meranti, 286 Tidak Menuhi Syarat

Harapan…..

Aku jadi teringat sebuah puisi yang ditulis oleh Emily Dickinson, seorang penyair Amerika yang sangat produktif, yang puisi-puisinya baru dipublikasikan setelah kematiannya. Hope – Harapan , salah satu puisi Emily.

Hope

Hope is thing with feathers-
That perches in the soul-
And sings the tune without the words-
And never stops-at all-

And sweetest-in the Gale-is heard-
And sore must be the storm-
That could abash the little Bird-
That kept so many warm

I`ve heard it in the chilliest land-
And on the strangest Sea-
Yet-never-in Extremity,
It asked a crumb-of me

Puisi ini ditulis Emily pada tahun 1862. Hope begitu penuh dengan bahasa kias, metafora.  Harapan digambarkannya menjadi seekor burung yang selalu hadir di jiwa manusia. Seekor burung dengan bulu yang lembut namun mereka sangat kuat untuk melanglang buana di angkasa. Bernyanyi dengan lagu yang spesial, tanpa kata-kata, sebab nyanyiannya menggema di ruang jiwa. Namun saat kesulitan menerpa kita,sang burung tidak akan pernah berhenti bersenandung. Sebab ia selalu ada di jiwa bahkan saat kekacauan melanda. Harapan yang terpatri begitu kuat yang membuat kita; manusia tetap terus melangkah menghadapi segala badai yang menerpa.

Baca Juga :  Dumai Segera Miliki Alat Test PCR Sendiri, Zul AS: Saya Sudah Mendisposisi

Apakah Harapan akan musnah? Jika ia musnah tentu kekuatan manusia menghadapi rintangan pun runtuh. Harapan adalah burung kecil yang tetap setia menyebarkan kehangatan, bagaimana saat burung kecil tak lagi ada, maka kehangatan sirna. Ah! jangan sampai berhenti berharap untuk apapun. Biarkan burung kecil itu bertengger di jiwamu sebab ia tidak meminta apa-apa darimu bahkan meski demi seremah.

Harap

Harap ialah sesuatu yang bersayap
yang bertengger di jiwa
bersenandung tanpa kata-kata
dan tiada putus-putusnya

terdengar merdu
di deru topan, di amukan badai
begitu perih begitu pedih
burung kecil tak kan terusir
tiada henti sebarkan kehangatan

suaranya terdengar, pernah
di negeri yang paling dingin
di samudera yang begitu asing
di cuaca begitu ekstrem
tak pernah mulutnya menadah
meskipun seremah

Begitu kuat harapan itu tertanam di diri Emily, dan bagaimana Emily juga terus berupaya melalui kata-kata menyebarkan harapan tentang kekuatan menghadapi kehidupan. Seperti juga Mak Limah yang terus memupuk harapannya untuk kebahagiaan anak-anaknya, memupuk harapannya untuk menunggu kepulangan anak bungsunya.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Hari Ini Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Riau

Saya memandang lautan, yang beberapa hari ini masuk dalam pemberitaan nasional. Ikan-ikan kami dicuri, nelayan bersuara. Perampok datang dengan berbagai macam alasan pejabat datang pun dengan berbagai keinginan. Aku memandang Mak Limah dan berkata “Aku yakin Romli akan datang tahun ini mak, sebab kekuatan burung yang bertengger di jiwa mak begitu kuat, nyanyiannya akan menggema hingga ke jiwa Romli.”

Dalam hatiku, aku bertanya; apakah harapan kami pada Indonesia sekuat harapan yang digambarkan Emily? Apakah harapan yang diberikan Indonesia mampu nantinya terwujud dan memberikan senyuman untuk kami. Jangan berhenti berharap dan menebarkan harapan seperti jangan pernah berhenti bermimpi.

DM Ningsih 2020

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *