Serapah Hantu Laut

Ilustrasi

Allah menciptakan laut dan darat dan segala isinya untuk memenuhi keperluan manusia. Di laut maupun di darat Allah tititpkan kenikmatan yang tidak sedikit dan manusia hendaklah memenfaatkan nikmat tersebut dengan takaran yang diperlukan, bukan dengan ketamakan dan kerakusan. Apabila manusia menggunakan nikmat yang Allah titipkan di laut dan di darat secara berlebih-lebihan maka akan muncul petaka.

Dalam mengarifi keberadaan laut dan darat beserta isinya, orang Melayu dulu-dulu mengajak makhluk yang ada di laut dan darat menjadi sahabat. Dengan persahabatn inilah toleransi disepakati; manusia akan menjaga alam dan makhluk lain tidak terganggu.

Baca Juga :  Gubernur Riau Titip Pesan Kepada FIB Unilak

Laut menjadi bagian penting bagi orang Melayu. Selain sebagai sumber kehidupan, laut juga merupakan penyeimbang dalam menjalankan kehidupan. Laut selalu mengirimkan pesan-pesan melalui simbol musim. Dengan membaca musim, orang Melayu menyusun strategi atau rencana-rencana untuk mengarungi waktu.

Dalam “Serapah Hantu Laut” yang kami salin ulang dari buku “Peta Sastra Daerah Riau (Sebuah Bunga Rampai)” disusun Ediruslan Pe Amanriza dan Hasan Junus, dan diterbitkan Pemerintah Daerah Riau, tahun 1993, tergambar komunikasi persahabatan dengan makhluk yang ada di laut. Orang Melayu dahulu mempercayai bahwa di setiap kawasan atau tempat di laut ada penunggunya. Sebagai bentuk persahabatan agar tidak diganggu dalam aktivitas pekerjaan memanfaatkan laut, maka menyapa setiap mahkluk tersebut menjadi cara meminta izin. Saling menghargai, saling menghormati dan intinya adalah sesama makhluk ciptaan Allah.

Baca Juga :  Rangkaian Kegiatan HUT ke 74 RI di Bandar Laksamana Terlaksana dengan Sukses

Untuk mengetahui “Serapah Hantu Laut” www.riaukepri.com menurunkan secara lengkap mantera tersebut di bawah ini:

hai sahabatku mambang tali arus
yang berulang di pusat tasik pauh janggi
sampaikanlah pesanku kepada datuk si rimbun alam
aku minta tolong peliharakan kawan-kawanku
hai sekalian sahabatku di laut
hai sedang saleh sedang bayu
sedang mumin sedang embang
sedang beku mambang segara
mambang dewati mambang dewani
bunjang rangsang namanya hulubalang di laut
nek redak namanya yang diam di bawah
nek joreng namanya yang diam di teluk
nek jeboh namanya yang diam di jantung
datuk batin alam namanya yang datuk di laut
bujang seri ladang namanya yang diam di awan-awan
malaikat khitar ali namanya yang memegang puting beliung
malaikat sabur ali namanya yang memegang angin
malaikat putar ali namanya yang memegang pelangi
ia itulah adanya wali aku minta keramat pawang
berkat keramat datuk mengkudum putih
berkat sekalian keramat

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *