Perusahaan Langgar Kesepakatan FAP TEKAL: Tunggu Ajalah Tanggal Mainnya

Ketua FAP-TEKAL Dumai Ismunandar.

Riaukepri.com, DUMAI– Sejumlah perusahaan di Dumai diduga kuat melanggar ketentuan khusus tentang rekrut tenaga kerja (Naker). Mengetahui itu, FAP- TEKAL gerah dan marah bahkan berjanji akan membuat perhitungan dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Ketua FAP-TEKAL Kota Dumai Ismunandar menyebutkan bahwa manajemen PT Dabi Oleo, PT Darmex atau Apical dan subkon PT Ivo Mas Tunggal telah melanggar kesepakatan untuk memperhatikan masyarakat tempatan

“Kalian melanggar dari kesepakatan dengan kami tentang perekrutan tenaga kerja yang seharusnya memperhatikan masyarakat di ring satu dan umumnya tenaga kerja lokal dumai,” kata Ismunandar melalui akun Facebook Nandar Ngah kemarin.

Tak hanya itu, menurutnya PT IBP dan PT Srikandi Inti Lestari juga memecat buruh tanpa sebab, namun dipanggil Dianakertrans Dumai tak mau hadir.

Baca Juga :  Puisi-puisi Putra Amphu

“Abes thu PT IBP dan PT Srikandi inti lestari dah mecat buruh tanpa ado sebab yg pasti ……..di panggil ke disnaker dumai tk mau datang pulak…… Kadang mau nunjuk tengking pulak miko nie…. Tapi tunggu aj lah tanggal main nyo…. Klo endak betul miko kami fap TEKAL dumai kesano… Apo boleh buat,” tegasnya.

“Yang jelas nyo kami tak bertanggung jawab do kalo mobil tangki banyak antri di sepanjang jalan thu khang…… Tunggu aj lah kejab bio kami atur jadwal dulu…. . . … ( okok dulu sebatang..),” tambahnya.

Baca Juga :  Bengkalis Terima Jatah 273 Formasi CPNS Tahun 2018

“Saya udah 2 x lamar kerja k darmex tpi gk pernah ada panggilan… padahal saya warga dumai,” kata Cecep Saeful Azhar juga dalam akun Facebook menanggapi pernyataan Nandar Ngah

Hal senada juga diutarakan anggota FAP-TEKAL lainnya. Kata dia, PT IBP dan PT Srikandi Inti Lestari banyak mengitimidasi anak tempatan, tapi kalau kalau suku cina dari Medan masuk.melalui PT IBP langsung dijadikan karyawan.

“Mari same same Kito gass pooll perusahaan PT.intibenua perkasatama( IBP ) termasuk anak perusahaan Nye yaitu PT.SRIKANDI INTI LESTARI,,Sudah terlalu banyak mengintimidasi anak Tempatan,,kalau budak Cino dai Medan masuk lewat PT.intibenua,langsung dijadikan karyawan,alias jadi mandor langsung,” sesalnya.

Baca Juga :  Penyebaran HIV dan AIDS di Dumai Parah, Pelajar Sudah Tertular

Menurutnya, kalau anak tempatan Dumai kerap dirumahkan untuk selanjutnya tak dipanggil lagi.

“Kalau budak Tempatan dumai langsung lewat PT.Srikandi inti lestari,,yaitu di asorsing,setelah berjalan tiga tahun atau dua tahun kontrak atau semingu kontrak masa berakhirnya maka anak Tempatan dirumahkan dulu selama satu Minggu,,setelah itu tak dipanggil panggil,” ujarnya.

“Otak licik dai PT.srikandi…..dan aturan kerjopun tak Ado liburnye,semingu pagi,S petang.S .malam..ini yang disebut perusahaan makan di sumpah,Mike tunggu kehadiran kami Dari FAT- TEKAL KOTA DUMAI SIAP MEMPER JUANGKAN PUTRA/PUTRI DUMAI,” tandasnya. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *