Bandar Sabu 50 Kilogram di Dumai Menanti Vonis Mati

Ilustrasi (net).

RiauKepri.com, DUMAI- Saat ini, hari-hari Ade Kurniawan semakin tak selesa. Betapa tidak, terdakwa bandar narkoba jenis sabu-sabu 50 kilogram ini dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai, Riau, Kamis (23/1/2020).

Sebelumnya, dalam kasus Narkoba juga, Pengadilan Negeri Bengkalis menjatuhkan vonis mati terhadap Muhammad Dahlan alias Lan dan Andi, dalam persidangan yang berlangsung Kamis sore (16/1/2020). Keduanya divonis bersalah menjadi bandar narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 14.581 butir.

Baca Juga :  12 Pejabat Eselon II Riau Dilantik, Ini Nama dan Jabatannya

Jika kasus narkotika di Bengkalis sudah divonis, sementara Ade Kurniawan baru dibacakan tuntutan olehJPU Kejari Dumai Priandi Firdaus, SH, MH pada sidang 9 Januari 2020 di PN Dumai.

Menurut Priandi, tuntutan hukuman mati tersebut setimpal dengan perbuatan terdakwa, terbukti atas kepemilikan 50 Kg sabu-sabu.

“Ini setimpal dengan perbuatannya. Sudah berapa banyak masyarakat atau generasi penerus bangsa yang dirusaknya. Barang bukti 50 Kg ini bukan sedikit, banyak itu,” ujar Priandi, Kamis (23/1/2020).

Adanya tuntutan hukuman mati ini, lanjut Priandi, hendaknya memberikan efek jera kepada pelaku lainnya. “Biar ada efek jera atau rasa takut, sehingga masyarakat berpikir untuk berbisnis barang haram ini,” katanya.

Baca Juga :  DPMD Gelar Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Bengkalis Program Inovasi Desa Tahun 2019

Ade Kurniawan merupakan terdakwa yang ditangkap Bareskrim Polri dalam sebuah operasi di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, pada 28 Juni 2019. Ade Kurniawan diamankan bersama barang bukti 50 Kg sabu.

Sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada Selasa depan di PN Dumai dengan agenda pledoi. (RK2)

suber: goriau

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *