1.368 Perusahan di Dumai, Zul AS: Pengawasan dan PHI Sebaiknya Ada

Kepala Disnakertrans Dumai H Suwandy SH M.Hum.

RiauKepri.com, DUMAI- Kota Dumai memang banyak dilirik pengusaha. Itu sebabnya perusahaan banyak berdiri di Dumai. Buruh dan pekerja juga

Sesuai data yang diperoleh RiauKepri.com ada sekitar 1.386 perusahaan aktif di Dumai. Memang bukan seluruhnya perusahaan besar.

Sayang, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) tak ada di Dumai. Begitu juga bidang pengawasan tak lagi dimiliki Pemko Dumai, karena sesuai UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) Bidang pengawasan Ketenagakerjaan sudah diambil-alih pemerintah Provinsi.

“Sebaiknya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) ada di Dumai, begitu juga bidang pengawasan Disnakertrans juga hendaknya ditempatkan di Dumai,” pinta Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi kepada RiauKepri.com di sela-sela penyerahan Daftar Anggaran Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan APBD dan Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dilingkungan Pemko Dumai Tahun Anggaran (TA) 2020 dilaksanakan di gedung Pendopo Sri Bungatanjung Dumai, Jumat (24/01/2020)

Baca Juga :  Keluarga Besar Unilak tak Sekedar Berkurban, Tapi...

Seiring banyaknya perusahaan beroperasi, permasalahan buruh dan pekerja juga jelas banyak.

Hanya saja, penyelesaian permasalahan yang muncul tak berbanding lurus dengan kebijakan dan wewenang yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemko) Dumai.

Soalnya sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda), kewenangan pengawasan sudah diambilalih provinsi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemko) tak memiliki kewenangan lagi bidang pengawasan. Namun lantaran kota Dumai merupakan kota industri, sehingga dipandang perlu dan dibutuhkan adanya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Dumai

“Sesuai pasal 59 Undang-undang (UU) No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial, sangat mungkin PHI ada di Dumai,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggota DPRD Dumai komisi I telah berkunjung ke Dirjen Penyelesaian Hubungan Industrial Kemenaker RI di Jakarta.

Baca Juga :  Mantan Kades Citra Damai Meranti Ditangkap di Rumah Isteri Kedua

Tujuannya bagaimana agar PHI ada di Dumai, sehingga permasalahan.buruh dan pekerja dapat diselesaikan di Dumai.

Menurut ketua komisi I DPRD DPRD Dumai Hj Haslinar Zulkifli AS kota Dumai merupakan kawasan padat Industri sehingga sangat di butuhkan pengadilan hubungan industrial pada pengadilan negeri setempat.

“Untuk itulah Komisi I DPRD kota Dumai beserta anggota dan instansi terkait melakukan konsultasi dan koordinasi ke Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan di Jakarta,” jelasnya.

Dijelaskan, PHI diatur dalam UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, merupakan pengadilan khusus di bawah Pengadilan Negeri di ibukota Provinsi.

Pengadilan itu disebut khusus ujar Haslinar, bukan hanya karena yang menjadi objek peradilan adalah bidang khusus atau tertentu, yaitu Hubungan Industrial.

“Seperti penyelesaian sengketa dan perselisihan tenaga ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup susunan hakim majelis yang terdiri dari hakim biasa dan hakim ad hoc, dan cara-cara beracara yang khusus,” kata Haslinar.

Baca Juga :  Pastikan tak Terjangkit Virus Corona, PT Pelindo Dumai Cek Fisik Penumpang LN di Ponton

Pasalnya, korban PHK di Dumai sulit untuk mendapatkan perlindungan hukum. Apalagi kota Dumai merupakan kawasan industri yang memiliki banyak pekerja.

‘’Sebagai lembaga legilatif, kami ingin kota Dumai ada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk dapat menyelesaikan kasus-kasus perburuhan dan perselisihan hubungan industrial. Untuk itulah kami berangkat ke Jakarta untuk konsultasi dan koordinasi dengan Dirjen ,’’ tambah Haslinar.

Sementara Kepala Disnakertrans Dumai H Suwandy SH M.Hum sependapat dengan walikota Dumai. Dia bahkan berjanji akan menugaskan Kabid untuk menemui Dirjen Penyelesaian Hubungan Industrial Kemenaker RI di Jakarta. “Kita utus Kabid lah ke Jakarta,” kata Suwandy kepada Riau-Kepri.com secara terpisah. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *