Rakor Pelaksanaan APBD dan Penyerahan DPA Dumai Digelar, Wako Minta Fokus Pekerjaan Besar

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi serahkan DPA kepada Asisten II Syahrinaldy S.Sos MSi.

RiauKepri.com, DUMAI- Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan APBD dan Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dilingkungan Pemko Dumai Tahun Anggaran (TA) 2020 dilaksanakan di gedung Pendopo Sri Bungatanjung Dumai Jumat (24/01)

Kepala Bappeda Syafie S.Sos MSi, Asisten II Syahrinaldy S.Sos, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemko Dumai hadir dalam acara terebut.

Walikota Drs H Zulkifli AS MSi (Zul AS) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera melaksanakan proses lelang untuk selanjutnya dikerjakan.

Khusus proyek besar yang tidak begitu banyak, Wako Dumai minta untuk lebih diutamakan.

“Saya minta fokus pada pekerjaan besar. Tak banyak, proyek besar tak banyak, ” katanya. Apa saja misalnya pak wali?. Seperti infrastruktur jalan dan jembatan harus diutamakan,” kata Zul AS menjawab RiauKepri.com usai penyerahan DPA Jumat pagi.

Menurut Wako Dumai kegiatan tersebut rutin setiap tahun. Untuk itu seluruh kepala OPD harus mampu mengoptimalkan peran staf di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Syamsuar Tak Mau ASN Riau Kerja tak Kerja Penghasilannya Sama

“Tugas pemimpin harus mampu menggerakkan staf, bari arahan, kasih semangat. Kalau staf salah yang salah pimpinan,” tegasnya.

Dijelaskan kegiatan yang dilaksanakan merupakan kerja tahunan dan rutin. Masalah sama, namun tantangan berbeda.

“Untuk itu harus tau masalah, agar kita bisa koreksi. Tak ada masalah yang tak selesai. Pasti bisa kalau ingin betul betul serius bekerja,” tegasnya dan menambahkan bahwa Februari akan dilakukan evaluasi.

Kata Zul AS, setiap OPD harus penuh semangat, perlu rasa kebersamaan, robah sistem, berdayaakan staf. Beri arahan, kalau staf salah ingatkan beri semangat.
.
“Masih ada waktu sebelas bulan, dan utamakan skala prioritas. Kalau ada dari awal ragu bisa kita selesaikan, cari solusi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Dumai Syafie S.Sos MSi menegaskan agar seluruh OPD dilingkungan Pemko Dumai mengutamakan program prioritas.

“Utamakan program prioritas. Dan pembangunan harus mempedomani RPJMD Provinsi Riau Tahun 2021,” tegas Syafie dan menambahkan bahwa akan ada dan dibentuk Forum OPD se Provinsi Riau.

Baca Juga :  Meranti Terima Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementrian PPPA RI

Informasi yang diperoleh Riau-Kepri.com, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Dumai tahun anggaran 2020 sudah bisa digunakan mulai Januari.

Sebab kata Walikota Dumai, TAPD bersama Banggar DPRD Kota Dumai telah merampungkan seluruh pembahasan, serta melakukan telaah lanjutan atas evaluasi dari Pemerintah Provinsi Riau.

“Memang ada beberapa yang harus kita revisi, tetapi tidak merubah mata anggaran, hanya masalah Administrasi saja, Januari sudah bisa digunakan,” terangnya.

Masih menurut Zul AS, APBD Dumai sudah dapat digunakan untuk merealisasikan pembangunan fisik dan non fisik dan merealisasikan semua yang sudah direncanakan dan dianggarkan.

Untuk itu, Wako Dumai mengingatkan, agar seluruh OPD di lingkungan Pemko Dumai bisa segera menggunakan anggaran sejak awal tahun.

“Masing-masing OPD agar segera menggunakan anggaran sejak awal tahun. Saya ingin serapan optimal agar tidak semua dilakukan jelang akhir tahun. Selain itu, semua pekerjaan yang dilelang harus sudah dimulai prosesnya lebih awal agar seluruh proyek selesai tepat waktu,” harap Wako.

Baca Juga :  Syamsuar: Kabid Mutu Pendidikan Harus Ada di Disdik Riau

Untuk diingat RAPBD Kota Dumai tahun anggaran 2020 disetujui DPRD Dumai sebesar Rp1,396 triliun lebih, dalam Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Dumai Agus Purwanto, didampingi dua pimpinan DPRD Mawardi dan Bahari serta dihadiri 28 Anggota DPRD Dumai di Gedung DPRD Dumai, Selasa (26/11).

Berdasarkan hasil pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2020 antara Banggar DPRD Kota Dumai dan TAPD maka dapat disampaikan, target pendapatan daerah yang diajukan dalam RAPBD Kota Dumai TA 2020  pada awal penyampaian Rp1.059.550.445.845,00 dan setelah pembahasan menjadi Rp1.396.018.821.279,00.

Target Belanja Daerah pada RAPBD 2020 pada awal penyampaian Rp1.110.699.230,00 dan setelah pembahasan menjadi Rp1.437.541.871.782,00.

Memang adapun defisit pada RAPBD 2020 pada awal penyampaian sebesar Rp50.685.253.385,00 namun setelah pembahasan menjadi Rp 41.523.050.503,00,” Kita minta segera dikerjakan,” pintanya. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *