Malam Ini, Seratusan Warga Dikabarkan Keluar Dari Pulau Natuna

Takut Virus Corona, Sekolah Diliburkan, Pedemo Bentrok

WNI di Wuhan saat tiba di Bandara Hang Nadim, Batam.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Seratusan warga terpaksa keluar dari Pulau Natuna, malam ini, Ahad (2/2/2020). Hal ini menyusul masuknya WNI dari Wuhan, China, untuk dikarantina di pulau tersebut.

Salah seorang warga Natuna, Umar, ketika dikonfirmasi lewat telepon genggamnya mengatakan, warga keluar dari Pulau Natuna, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, menggunakan Kapal Pelni bernama Bukitraya.

“Warga merasa ketakutan sehingga mereka keluar dari Pulau Natuna, balik kampung ke pulau-pulau kecil seperti Midai, Serasan, dan Subi,” ungkap Umar yang juga dikenal seniman itu.

Para mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam, ucap Umar, malam ini juga pulang ke kampung mereka masing-masing. “Dengan mahasiswa adalah seratus warga yang keluar dari Natuna.”

Baca Juga :  Sebelum Sembako Dibagikan, Ini yang Dilakukan BP Batam

Umar juga menyebutkan, suasana di Natuna terekam mencengkam, apalagi ada kebijakan sekolah diliburkan mulai Senin (3/2/2020) hingga tanggal 17 Februari mendatang.

“Libur sekolah juga menjadi tanda adanya situasi yang tak aman terhadap virus corona, apalagi banyak data yang tidak sesuai fakta. Misalnya, tempat isolasi dari pemukiman disebut 6 kilometer, padahal faktanya tak sampai 2 kilometer,” ucap Umar.

Apa warga keluar dari Pulau Natuna itu karena libur sekolah? “Bukan karena libur sekolah. Soalnya, ada juga warga yang berstatus PNS yang eksedus. Ini persoalan psikologis masyarakat Natuna,” jawab Umar.

Warga Natuna lainnya menyebutkan, warga yang keluar dari Natuna tidak hanya menggunakan kapal milik Pelni, namun ada juga menggunakan pompong. Tujuannya, ke Sedanau, Kelarik, Midai, Pengadah Pulau Tiga, dan sejumlah pulau lainnya.

Baca Juga :  Nurdin Ajak Memakmurkan Mesjid dan Membiasakan Salat Berjamaah

Sementara itu, Ketua Masyarakat Natuna di Tanjungpinang, Arlis Gazali mengaku memang banyak kabar yang menyebutkan warga yang keluar dari Pulau Natuna malam ini.

“Saya belum tahu pasti kabar tersebut, nanti saya hubungi lagi. Saya telephon dulu adik saya di Natuna, biar valid informasinya,” kata Arlis.

Tak sampai 10 menit kemudian, Arlis menghubungi riaukepri.com lewat telepon genggam. “Kalau menurut adik saya, tidak ada yang keluar dari Pulau Natuna malam ini,” kata Arlis.

Arlis menyebutkan, saat ini banyak informasi simpangsiur dan tidak sesuai fakta. Salah satunya, kata dia, terkait tempat WNI yang diungsikan itu. “Pemberitaan menyebutkan, pemukiman warga dari tempat pengungsian sekitar 6 kilometer padahal tak sampai 2 kilometer. Soal jarak ini ada pembohongan,” ungkap Arlis.

Baca Juga :  Memaksimalkan Kinerja, Itulah Harapan Wali Kota Tanjungpinang Kepada Pegawai

Bentrok

Warga Natuna, Kepulauan Riau melakukan demonstrasi di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Raden Sajad Saleh, Natuna, untuk mengadang kedatangan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China.

Warga Natuna menolak daerah mereka dijadikan sebagai tempat observasi dan karantina. Massa telah mendatangi Bandara Raden Sajad Saleh sejak pukul 09.00 waktu setempat, Ahad (2/2/2020).

Massa menolak Natuna sebagai tempat observasi dan karantina WNI dari Wuhan lantaran menilai fasilitas kesehatan di Natuna tidak lengkap. Mereka juga khawatir muncul virus corona di wilayahnya. Aksi warga ini sempat bentrok dengan pihal keamanan. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *