Kelompok Binaan Pertamina Raih Peringkat I PROKLIM Se-Kabupaten Bengkalis

Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Samsul saat menerima penghargaan dari DLH Bengkalis

RiauKepri.com, SUNGAIPAKNING – Kelompok Tani Tunas Makmur mendapatkan Peringkat I dalam Program Kampung Iklim yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan yang dilaksanakan kelompok itu melalui pengembangan arboretum gambut marsawa di Kelurahan Sungai Pakning. Kelompok Tani Tunas Makmur ini merupakan kelompok binaan CSR PT. Pertamina RU II Sungai Pakning sejak tahun 2017.

Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan Penghargaan Kalpataru yang diperoleh Kabupaten Bengkalis, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis.

Dalam acara itu, DLH juga memberikan penghargaan kepada kelompok masyarakat yang telah berkontribusi dalam upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim secara Terintegrasi dan melibatkan peran aktif masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengelolaan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim.

Alasan yang mendasari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis menetapkan Kelompok Tani Tunas Makmur sebagai peringkat pertama yakni inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Kelompok Tani Tunas Makmur yang tidak hanya fokus pada produksi pertanian, tetapi juga pengelolaan lingkungan gambut.

Baca Juga :  Alamak, Seorang Gadis Ditemukan Tewas di Kamar Salah Satu Hotel Bengkalis

Samsul, Ketua kelompok Tani Tunas Makmur, kepada wartawan mengatakan Kelompok yang dipimpinnya selain fokus pada pertanian nanas dan olahannya, juga ikut membantu dalam pengelolaan lingkungan gambut.

“Gunanya untuk mencegah kebakaran lahan gambut. Maka dari itu, selain menanam nanas, kami juga membuat sekat kanal, membangun embung untuk ketersediaan air saat terjadi kebakaran lahan dan juga sebagaian anggota kelompok merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Sehingga tidak hanya manfaat ekonomi saja yang kami dapat, tetapi juga manfaat untuk lingkungan.” kata Samsul, Senin (3/2/2020).

Selain Kelompok Tani Tunas Makmur Desa Kampung Jawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Agus Susanto memberikan penghargaan tersebut kepada beberapa kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkalis yaitu Kelompok Wanita Tani Anggrek Desa Resam Lapis, Kelompok Wanita Tani Mekar Indah Desa Ulu Pulau dan Kelompok Wanita Tani Putri hijau Desa Pangkalan Batang.

Baca Juga :  Di Rohil, Berfoto dengan "Hantu" Bayar

Kriteria pendukung yang lain ialah kesetaraan gender dalam kampung pro- ilkim. Beberapa kelompok tani wanita mendominasi penerimaan penghargaan ini. Hal ini didorong oleh pentingnya partisipasi aktif kaum perempuan dalam kelompok masyarakat untuk mendukung pengarustamaan gender.

“Tak hanya menilai dari aktifitas kelompok masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, DLH Kabupaten Bengkalis nyatanya telah melihat partisipasi perempuan sebagai salah satu kriteria penilaian.” ungkap Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup DLH Bengkalis, Agus Susanto.

Dikatakannya bahwa kelompok Tani Tunas Makmur beranggotakan 20 orang perempuan dan 22 orang laki-laki merupakan poin yang membantu penilaian. Ibu-ibu yang merupakan anggota Kelompok Tani Tunas Makmur ikut berperan aktif dalam kegiatan produksi nanas olahan seperti tas dari serat daun nanas, dodol nanas, keripik nanas dan sirup nanas.

Baca Juga :  PATEN On The Road Hantarkan Sungai Mandau Menuju Kecamatan Terbaik di Riau

Hal ini diyakini ikut memberikan peran bagi kaum perempuan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat yang mengacu pada kelestarian lingkungan hidup.

Acara penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Kamis, 31 Januari 2020 lalu di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bengkalis ini berlangsung dengan suasana yang santai dan ramah.

Agus Susanto selaku Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup membuka diskusi terhadap beberapa perwakilan kelompok masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Dalam diskusinya, DLH Kabupaten Bengkalis mengutarakan bahwa aktifitas masyarakat semacam ini harus didukung oleh semua pihak.

Penghargaan Kalpataru yang diperoleh Kabupaten Bengkalis tentunya merupakan kontribusi dari kelompok masyarakat yang turut melestarikan lingkungan. Para penerima penghargaan mendapat uang pembinaan oleh DLH Kabupaten Bengkalis sebagai wujud apresiasi pemerintah kapada masyarakat.

“DLH Kabupaten Bengkalis berharap supaya masyarakat kedepan terus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.” tuturnya. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *