Feminisme Melayu dalam Syair Khadamudin            

Ilustrasi (f. net)

Sejatinya kehidupan berumah tangga bak pelayaran. Kadang diterpa badai dengan gelombang yang menerkam, tak jarang memilih berpaling cinta dan tenggelam. Kemelut suami istri dengan bebagai konflik yang diceritakan Aisyah Sulaiman dalam syair yang ia tulis yaitu Syair Khadamudin.

Syair Khadamudin berkisah tentang perjuangan seorang perempuan bernama Siti Sabariah dalam menwujudkan kesetiaannya sebagai seorang istri yang menanti kepulangan suaminya; Saudagar Khadamudin. Melalui berita yang tidak jelas asal muasal dari mana mengatakan bahwa suaminya telah pun meninggal Sabariah menjadi janda. Sabariah terkenal akan kecantikan wajahnya. Status janda menjadikan Sabariah incaran oleh para lelaki. Seluruh raja berbagai negeri dating silih berganti meminangnya.

Gejolak batin akan kerinduan hadirnya suami membuat hari-hari Sabariah dirundung duka. Namunia tetap bertahan, sebagai seorang ibu, ia harus mampu bertahan demi anaknya. Demi zuriat penerus yang harus ia lindungi dan kasihi yang ia berinama Hasan, membentuk diri dan kepribadian Sabariah menjadi kuat bak batu karang. Bahkan gelombang ganas pun akan dihadapinya dengan penuh keberanian.

Sabariah selain cantik dan terkenal cerdas, ia juga kaya raya. Janda dari saudagar ternama. Tentulah bukan hal yang main-main dipandang banyak orang. Sampailah pada suatu masa, Raja di dalam negerinya meminang Sabariah. Ia akan dijadikan sebagai seorang Permaisuri. Hampir saban hari Raja menagih janj ijawaban dari lamarannya. Menolak keinginan Raja bukan sesuatu yang mudah, Bahkan jika menolak keinginan Raja akan dianggap mendurhaka.

Baca Juga :  Ratusan Santri Doa Bersama untuk Kesembuhan Gubernur Syamsuar

Hingga kepada Raja bestari
Menuntut ia berbuat istri
Karena baginda Allah menazari
Keelokan Siti muda bestari

Namun Sabariah tetap pada pendiriannya. Sosok Khadamudin tak bias digantikan oleh siapapun jua. Berkat kecerdasan, Sabariah mampu menunda jawaban lamaran dari sang raja setahun lamanya sampai ia berjumpa kembali dengan suaminya.

Senantiasa malam dan hari
Rasanya sangat takut dan ngeri
Akan bahaya raja negeri
Dicari muslihat melepaskan diri

Tidak dipungkiri, ada rasa takut di dalam dirinya menghadapi keinginan raja. Bagaimana jika raja tersinggung dan malah menghukum mati dirinya dan keluarganya? Namun Sabariah tak maumenyerah begitu saja, berbagai tipu muslihat ia lakukan.

Senantiasa malam dan hari
Rasanya sangat takut dan ngeri
Akan bahaya raja negeri
Dicari muslihat melepaskan diri

Siti Sabariah yakin bahwa dirinya bukan menjanda seperti yang diyakini orang banyak. Ia hanya mendengar kabar, tidak ada bukti langsung yang menyatakan suaminya meninggal. Hal ini dikemukakan Siti Sabariah kepada raja sebagai berikut:

Tetapi anaknda bukanlah bujang
Dengan suamiku terikat pancang
Gertak gegar seberapa kencang
Insha Allah tiada bergoncang

Dalam syair ini, diceritakan bahwa ternyata Saudagar Khadamudin tidaklah meninggal, melainkan terkurung di dalam gua selama berbulan-bulan. Perjuangan Sabariah sebagai seorang perempuan dalam mempertahankan harkat dan martabatnya, marwah sebagai perempuan Melayu yang mengerti dan pahamakan hak dan kewajiban seorang istri. Ia mampu menjaga nama baiknya dan juga nama baik suaminya Khadamudin.

Baca Juga :  Sukses Gelar UKW Se Riau, PWI Bengkalis Cetak Sejarah Baru

Syair Khadamudin memberikan pemahaman tentang konsistensi sikap seorang perempuan. Perempuan mampu memilih apa yang diinginkannya. Aisyah Sulaiman dalam karya-karyanya begitu kental pada pemahaman feminism yang berlandaskan Islam. Dalam Syair Khadamudin pun diceritakan bagai mana sikap seorang istri dalam berumah tangga. Emansipasi seorang perempuan Melayu bukanlah melulu melawan eksistensi lelaki. Bukan pula mengemukakan tentang keluh kesah perempuan yang terkekang dan lemah. Dalam syair-syair yang ia tulis, Aisyah Sulaiman memaparkan kekuatan perempuan, bagaimana potensi diri dalam diri seorang perempuan meletakkan perempuan pada tempat yang dihargai dan dipandang.

Sebagai seorang istri, perempuan wajib tunduk kepada suami namun bukan berarti suami benar atas segalanya. Ada kala suami haru sdiingatkan saat keluar dari jalur yang ditentukan Allah SWT. Perempuan dalam pemikiran Aisyah Sulaiman garda depan dalam kehormatan suatu keluarga. Bagaimana Siti Sabariah menjaga kehormatan keluarganya, menjaga dirinya dari hasutan nafsu setan yang tiada henti menggodanya. Bertahun-tahun ditinggal oleh suami dan berjuang dalam ekonomi keluarga, semua dilakukan Sabariah tanpa keluh kesah. Bahkan seorang Raja pun takkan mampu menggoyahkan tekad kuatnya akan kesetiaan. Keyakinan bahwa perempuan bukan sekedar tali kemudi kapal yang bias diarahkan ke manasuka.

Syair Khadamud ini telah pun mengiktibarkan konsep perjuangan feminism perempuan Melayu dalam menentukan sikap, kesabaran, ketabahan dan cara menjaga marwah diri seorang istri. Sosok Sabariah sebagai seorang yang dermawan, saudagar perempuan yang piawai, menjadi majikan yang mengayomi bawahannya, seorang ibu yang mengasihi dan menyayangi anaknya. Orang Melayu terkenal akan kesetiaan. Jika sudah sekali bersumpah setia berpantang untuk khianat. Sumpah setia seorang perempuan tercermin jelas dalam syair ini.

Baca Juga :  Dua Anggota DPRD Bengkalis Pindah Partai

Sebagai cucu perempuan Raja Ali Haji, Aisyah Sulaiman aktif dalam kegiatan tulis menulis. Kemungkinan besarsyair Khadamudin ini adalah kisah nyata hidup Aisyah Sulaiman. Syair ini diciptakannya pada masa pengungsian dari kerajaan Riau-Lingga ke Johor, Malaysia pada masa penjajahan kolonial. Perbedaannya terdapat pada ending kisah di dalam syair tersebut. Di dalam syair, suami Sabariah pulang kepelukan Sabariah namun di kehidupan Aisyah Sulaiman, suaminya benar-benar meninggal di saat perantauan dalam melakukan diplomasi.

Di dalamsyair Khadamudin yang terdiri dari 1.483 rangkap syair itu, tercermin emansipasi bagi seorang Aisyah Sulaiman adalah sikap seorang perempuan dalam menyatakan jati diri. Setiap tindakan yang dilakukan tetap sesuai ajaran agama Islam.

DM Ningsih 2020. Alumni Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *