Zul AS Optimis Stuting di Dumai Bisa Ditekan

Wako Dumai Wako Dumai Drs H Zulkifli AS MSi memberikan kata sambutan pada pembukaan pertemuan intervensi terpadu dalam upaya percepatan penurunan Stuting di ball room hotel The Zuri Dumai.

RiauKepri.com, DUMAI- Kasus gagal tumbuh pada anak bawah lima tahun (balita) atau stuting masih tinggi di Indonesia. Namun di Duma optimis bisa ditekan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan kasus tertinggi di Asia.

“Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8% sementara target WHO angka stunting tidak boleh lebih dari 20%,” jelas Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi dalam Pertemuan Intervensi Terpadu dalam Upaya Perceptan Penurunan Stanting di ball room Hotel The Zuri Dumai, Rabu (12/02/2020)

Baca Juga :  Dirgahayu-18, Patriot Manggala Agni Fokus Antisipasi Bencana Ganda

Di Provinsi Riau sendiri, kata Zul AS, demikian panggilan akrab walikota Dumai, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 601.000 orang anak menderita Stunting. Sementara di Kota Dumai, pada tahun 2019 ada sekitar 290 orang anak menderita Stunting.

Kendati angka tersebut paling rendah se Provinsi Riau, namun Zul AS mengaku prihatin. Untuk dihimbau kepada instansi terkait dan pihak-pihak yang berkompeten untuk bergandeng tangan menyelesaikan kasus tersebut.

“Kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar dan bisa menjadi sorotan dunia,” katanya.

Baca Juga :  Pemburu Babi Temukan Tengkorak Wanita di Pudu

Namun demikian, Zul AS optimis pada tahun 2020, kota Dumai sudah bisa mengatasi dan menurunkan angka anak penderita Stunting.

Sebagai langkah kongkrit, instansi terkait diminta menggelorakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi pada Seribu Hari Pertama Kehidupan Kota Dumai.

“Segera data dan monitor ibu yang baru melahirkan. Seperti mengecek asupan makanan si bayi, melihat status gizi si ibu apakah sudah cukup atau belum, melihat adakah si bayi terkena penyakit menular atau tidak dan melihat tingkat kesehatan lingkungan disekitar tempat si bayi baru dilahirkan. Seperti ketersediaan air bersih, sanitasi, dan lain-lain,” pintanya

Baca Juga :  Rektor Unilak Buka Kejuaraan Archery se Riau, Lebih 200 Peserta

Hal tersebut sangat penting dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) Kota Dumai yang sehat, cerdas, dan produktif. “Jangan sampai SDM Kota Dumai kalah dengan SDM di daerah-daerah lainnya,” pintanya. (RK13)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *