Begini Cara Pertamina Angkat Potensi Bakau di Desa Pangkalan Jambi

Foto bersama usai pelatihan.

RiauKepri.com, BENGKALIS– Pertamina RU II Sungai Pakning menggelar Pelatihan Budidaya Kepiting Bakau dan Soka di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu pada Ahad, 9 Februari 2020 lalu.

Kegiatan itu diikuti oleh 40 orang yang berasal dari Kelompok Nelayan Harapan Bersama, Kelompok Perikanan Rezeki Bersama, dan Kelompok Pengolahan Jaya Bersama.

Dalam kegiatan itu, pelatihan diberikan langsung oleh Ibu Miskiah, pengusaha sektor perikanan dan produk olahan laut dari Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau yang telah mendapat banyak penghargaan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Diawali dengan pemotongan kaki kepiting yang kemudian dimasukan kedalam kotak bersirkulasi, 35 bibit kepiting bakau di turunkan ke dalam air.

Kemudian ditunggu selama 20 hari untuk mengetahui apakah kepiting bakau sudah berganti kulit (moulting). Apabila bibit kepiting bakau tersebut telah moulting, maka kepiting tersebut telah menjadi kepiting soka dengan tekstur cangkang yang lebih lunak. Kepiting soka inilah yang nantinya akan di olah menjadi berbagai makanan olahan kepiting maupun dijual langsung untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Try Out Diikuti 530 Siswa, SMKN 2 Dumai Siap Hadapi UNBK

“Potensi hutan mangrove ini sangat mendukung budidaya kepiting bakau. Disamping itu, pemerintah sekitar harus ikut mendukung budidaya kepiting bakau ini. Harus ada tindak lanjut dari berbagai pihak setelah langkah awal budidaya ini. Tentunya keberadaan kepiting harus rutin dikontrol untuk memastikan kondisi kepiting aman atau tidak. Adanya kepiting yang dibudidayakan, menjadikan masyarakat semakin menjaga hutan bakau,” ungkap Miskiyah.

Siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan abon ikan lele. Tak hanya diikuti oleh kelompok nelayan Desa Pangkalan Jambi, Pertamina juga turut melibatkan beberapa perwakilan dari Ibu-ibu Kelompok Tani Tunas Makmur untuk mengikuti pelatihan tersebut. Terlihat peserta pelatihan sangat antusias dalam berbaur dan membuat olahan abon dari ikan lele.

Baca Juga :  Tingkatkan Akreditasi, Unilak Ikut Pelatihan BAN PT

“Terimakasih kepada Pertamina karena kami sudah diberikan pelatihan untuk budidaya kepiting dan pelatihan pembuatan abon ikan untuk ibu-ibu. Kami senang bisa membuat produk olahan yang baru yang nanti harapannya bisa menambah penghasilan kami para ibu-ibu disini.” Tutur Raida, Ketua Kelompok Pengolahan Jaya Bersama.

Selain tanah gambut, sebagian wilayah Kecamatan Bukit Batu merupakan daerah pesisir dengan kawasan bakau. Keberadaan tanaman bakau sangat penting untuk mencegah terjadinya abrasi serta sebagai tempat berlindung bagi ikan dan hewan-hewan kecil lainnya. Seperti halnya Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, kawasan hutan mangrove telah memberikan manfaat dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat yang tinggal disana.

Sejak tahun 2018 hingga saat ini, Kelompok Nelayan Harapan Bersama di Desa Pangkalan Jambi menjadi binaan CSR Pertamina Sungai Pakning dalam mengambangkan Mangrove Education Center. Disamping mengenalkan pentingnya menjaga hutan mangrove kepada para pengunjung, Kelompok Nelayan Harapan Bersama juga mengenalkan masyarakat kepada beberapa hasil olahan tanaman mangrove seperti sirup buah kedabu dan dodol dari buah pidada serta olahan dari ikan lomek berupa kerupuk dan amplang. Aktifitas pengolahan produk makanan khas pesisir Pengkalan Jambi tersebut dilakukan oleh para istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Maju Bersama.

Baca Juga :  Sabu Berbungkus Teh Cina Dimusnahkan Polresta Pekanbaru, R Diburu

Kelompok Nelayan Harapan Bersama dan Kelompok Perikanan Rezeki Bersama juga sukses dalam mengembangkan budidaya ikan nila air tawar. Hal ini yang mendorong CSR Pertamina Sungai Pakning kembali mengadakan pelatihan kepada kelompok nelayan tentang Budidaya Kepiting Bakau dan Soka. Itu dilakukan mengingat potensi hutan bakau yang sangat mendukung untuk budidaya kepiting bakau dan jika dilihat dari peluang bisnis pun, budidaya kepiting dinilai cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan kelompok nelayan. (RK4)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *