Mantra Main Lukah

Lukah (f. net)

Aktivitas keseharian yang menguras tenaga dan pikiran dalam memenuhi tuntutan kehidupan, memerlukan ruang dan waktu untuk istirahat. Di ruang dan waktu istirahat ini memerlukan hiburan yang berfungsi dapat mengembalikan semangat untuk menjalankan aktivitas berikutnya. Maka tidak heran orang-orang terdahulu sangat menjunjung tinggi seni, sebab mereka meyakini bahwa seni yang mengandung nilai keindahan dapat menjadi penyeimbang antara batin dengan aktivitas keseharian.

Orang Melayu terdahulu memhami bahwa alam terbentang beserta isinya merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Manusia dengan peralatan mencari nafkah, seperti lukah, pancing, cangkul dan lain sebagainya memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan sebagai hiburan. Dapat diistilahkan bahwa peralatan itu ada penunggunya. Maka banyak sekali pantang larang dalam menjaga dan menghormati peralatan untuk mencari nafkah tersebut.

Baca Juga :  Alamak, Ditinggal Istri, Suami di Inhil Ini Tewas Gantung Diri

Salah satu peralatan untuk mencari nafkah yang dapat dijadikan media penghibur adalah lukah. Lukah merupakan peralatan untuk menangkap ikan di sungai atau di laut. Terbuat dari bambu dan tempurung kelapa. Dalam permainan luka atau disebut lukah gile, lukah dihias seperti manusia menggunakan baju dan celana. Hal ini dimaksudkan agar jin dapat tempat di lukah itu. Untuk memanggil roh, maka sebelum permainan lukah dimulai, pawang membacakan mantra. Berikut ini www.riaukepri.com menurunkan mantra permainan lukah yang dikutip dari bukua “Peta Sastra Daerah Riau (Sebuah Bunga Rampai)” yang disusun oleh Ediruslan Pe Amanriza dan Hasan Junus, dan diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Riau, tahun 1993. (HK)

Baca Juga :  Pengambil Keputusan tak Hadir Mediasi Pekerja PT Berjaya Group Dilanjutkan Rabu

tahaseh tahaseh
mak si banding siat lukah
jumpa bemban si kutari
kalau nak menenguk lukah menari
nak menenguk kaya Allah
ke ceti kambing ke ceti
ke tasik nak gumba jangan
ingat-ingat dalam hati
kataku tadi lupa jangan

ke kebun kita ke kebun
jangan dibeli mangkok kerang
berhimpun kita ke balai datuk
mak si banding gila seorang
hilir lorah mudik lorah
siku bembang si kutari
kalau ada dipermudah
nak menenguk lukah menari

jangan kau beri malu
bangkitlah menari
bangkit

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *