Sajak-sajak Muhammad Asqalani eNeSTe

Muhammad Asqalani eNeSTe

Kepulangan I

kumpulan bintangbintang
di matamu binatang
bimbang

kesedirian bulan ke sembilan
bualbualan siang
sialan

kenapa matahari mati
tak terziarahi hati
belati

2014

Memasak
: Habibi Asmi

ketika pagi terjaga
jendela belum tersentuh cahaya
mataku separuh sabit terbuka
mimpi masih berada antara jelaga

kau mendekati sayur mayur
mematahmatahkan merah cabai
senyummu jadi bumbu paling awal

tak kutahu. begitu cepat kau mendahului imajiku
ketika hendak kusaksikan wajan dan minyak goreng
saling berpelukan. ketika ikan asin dijatuhkan seperti
ke pemandian. ketika sebuah kemalasan matang
dimakan oleh mulut yang masih saja menguap

membunuh udara yang lebih rajin dari kehidupan

2014

Markusip
-untuk memoar masa kecilku sebelum 1995

gemericik sungai hanyutkan bisikan para butet
yang menyuci sarung, telekung, karung, bahkan gadung
di batang Sosa.
selalu yang mereka ceritakan dalam bisik asik
adalah para dolidoli. lelaki yang sering menemui
mereka walau dalam suara.
di gelap malam yang runyam. rayuanrayuan birahi,
dari taruma, cinta menggila.
nyamuknyamuk setia menggigit paha dolidoli
yang ada di antara paha. pada titiktitik lainnya,
bekas gigitan telah merona.

Baca Juga :  Rapat di Kemenko Maritim, LAMR Dinilai Wajar Ikut Kelola Blok Rokan

di balik kelambu para butet berkarib tanga,
berdebar memanen kata demi kata.

itu dulu,
ketika segalanya saru,
ketika serapah ibu berarti dikutuk jadi batu.
kini si butet sudah berani seksi,
merayu dolidoli bangga sekali.
sekali cium, minta lebih kulum.
bunting di sana sini jadi berita basi.

gemericik sungai masih ada,
si butet sudah mandi pakai timba, pakai kran
bahkan shower dengan suhu ganti gonta.
di huta yang tetap huta, orangorang merasa kota.
sopanan jadi langka, budaya dianggap celaka.
padahal markusip adalah cinta paling sip.
birahi yang terselip.

Baca Juga :  Raih Juara 3 Nasional, GMC Ucapkan Terima Kasih ke LAMR

perawan kini menjadi arsip.

2013

Fiavisota

ada mawar di rambutmu,
tumbuh dari akar entah,
subur dan terus menetas getah.

ada mawar di kepalamu,
selalu runduk ke arah cahaya,
selalu mekar di tiap senja.

ada mawar di mulutmu,
dijaga harimau dan kelopaknya berbulu.
kumbang-kumbang lengang kerap datang,
seperti akan sembahyang.

ada mawar di bibirmu,
warnanya secerah zikir,
kelopaknya tiga puluh tiga pertukaran musim.

ada mawar di dadamu,
malam hari berkawan kupu-kupu,
pagi hari bekawin dengan duri.

Baca Juga :  Tahniah, Tenas Effendi Terima Lencana Emas

ada mawar di hatimu,
aromanya misk diri,
dibesarkan telaga sembunyi,
diziarahi arwah orang suci.

ada mawar di jantungmu,
ada mendung selundang pilu,
aku hendak hentak selundang itu.
terbanglah ke dalam pengakuan,
bahwa sebiji kebaikan harus kau tanam,

Logam Mulia, 2020

Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran, Paringgonan, 25 Mei 1988. Juara 2 Duta Baca Riau 2018. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris – Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar Bahasa Inggris di Smart Fast Education dan Edwar Course & Private serta menjadi mentor Kelas Puisi Online (KPO) di bawah naungan WR Academy. 1 Januari 2019 buku puisinya berjudul “doksologi” memenangkan Sayembara Buku Fiksi, Komunitas Menulis Pontang – Tirtayasa (Komentar).

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *