KPU Dumai- BPJAMSOSTEK Tandatangani Nota Kesepahaman

Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Dumai M.Riadh bersalaman dengan Ketua KPU Dumai Darwis S.Ag dalam foto bersama staf usai penandatanganan nota kesepahaman.

RiauKepri.com, DUMAI- KPU Dumai dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sudah melaksanakan penandatangann nota kesepahaman di kantor BPJAMSOSTEK Jalan Jenderal Sudirman Senin (24/02/2020).

Penandatanganan Kesepahaman Bersama tentang Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dihadiri Sekretaris KPU Provinsi Riau Drs Rudinal MSi, Sekretaris dan komisionaris KPU Dumai dan sejumlah kepala bidang (Kabid) dan staf BPJAMSOSTEK Dumai.

Kepala Kantor Cabang (Kacab) BPJAMSOSTEK Dumai Muhammad Riadh mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman merupakan program pemerintah dalam rangka perlindungan tenaga kerja (Naker) formal dan informal.

“Kami ucapkan terimakasih kepada KPU Dumai yang mana saat ini dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman bersama dalam upaya perlindungan tenagakerja penyelenggara Pilkada Dumai,” ujar Muhammad Riadh.

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan untuk menindaklanjuti pertemuan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

“BPJAMSOSTEK memberi perlindungan bagi pekerja. Dan kantor ini adalah kantor pekerja terbuka untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Riadh sembari memperkenalkan para kepala bidang dan staf BPJAMSOSTEK yang hadir.

“Sediakan payung sebelum hujan dan hendaknya kerjasama ini memberikan yang terbaik kepada KPU dan BPJAMSOSTEK,” pintanya. “Ini ada Bu Sri Bidang Pelayanan, Fadly dan Boby bagian pemasaran serta staf lainnya,” katanya

Baca Juga :  Wujudkan Pelayanan Prima, Unilak Gandeng PT RAPP, Ini yang Dilakukan

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai Darwis S.Ag juga tak ketinggalan memperkenalkan komissioner KPU Dumai

“Ini merupakan solusi terbaik untuk pengayoman bagi penyelenggara Pilkada Dumai,” jelas Darwis singkat.

Informasi yang diterima riaukepri.com menyebutkan, sebanyak 6.O44 orang penyelenggara Pilkada Dumai akan terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK Dumai.

Jumlah itu terdiri dari PPS 99 orang, KPPS 4060 orang, PPDP 750 orang serta LINMAS 1100 dan anggota KPU Dumai sendiri.

Dengan telah terdaftarnya penyelenggara Pilkada Dumai sebagai peserta, maka jika dalam aktivitasnya mengalami kecelakaan kerja akan mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK.

BPJAMSOSTEK meningkatkan manfaat JKK dan JKM bagi seluruh pekerja. Penambahan manfaat kedua program tersebut dengan iuran yang masih sama dengan sebelumnya.

Penambahan manfaat tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP 44 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM.

Perluasan manfaat JKK, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung biaya perawatan dan pengobatannya sampai sembuh berapapun biayanya sesuai dengan kebutuhan medis. Penambahan manfaat JKK pada perubahan PP 44 Tahun 2015 salah satunya perawatan di rumah atau homecare.

Baca Juga :  Sekolah di Riau Gratis, LAMR Ucapkan Terima Kasih Kepada Gubri

Dalam perawatan pengobatan di JKK ada dua perluasan manfaat yakni homecare dan pemeriksaan diagnostik. Biaya homecare mencapai maksimal Rp20 juta. Perawatan di rumah diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

Sementara pemeriksaan diagnostik adalah untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat kerja. Hal tersebut untuk memastikan pengobatan dilakukan dilakukan hingga tuntas.

Tidak itu saja, manfaat JKK juga ditingkatkan dalam biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan. Biaya transportasi dinaikkan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta. Biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kemudian, angkutan udara dinaikkan menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

Tambahan Manfaat Lainnya
Penambahan manfaat JKK yakni santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB), berupa penggantian upah sebesar 100 persen menjadi 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan penggantian upah untuk seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.

Baca Juga :  Said Hasyim Teriak Merdeka di Tengah Ribuan Warga

Sementara kematian akibat kecelakaan kerja, biaya pemakaman naik dari Rp3 juta, menjadi Rp10 juta. Selain itu, santunan berkala meninggal dunia dari Rp6 juta menjadi Rp12 juta untuk 24 bulan.

Perubahan bukan hanya untuk kecelakaan kerja, tetapi juga program JKM. Santunan kematian naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta. Kedua, santunan berkala meninggal dunia dari Rp6 juta untuk 24 bulan, menjadi Rp12 juta.

Begitu juga biaya pemakaman naik dari Rp3 juta, menjadi Rp10 juta. Sehingga total santunan JKM menjadi Rp42 juta dari sebelumnya Rp24 juta. Sementara untuk beasiswa juga mengalami perubahan dengan poin-poin yang sama dengan manfaat JKK

JKK adalah program perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, yaitu kecelakaan di tempat kerja, di perjalanan dari dan ke tempat kerja, perjalanan dinas, dan penyakit akibat lingkungan kerja.

BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan terhadap pesertanya. Jika meninggal dunia ahli waris akan menadapat santunan sebesar Rp.42 juta. Kalau peserta mempunyai anak yang masih sekolah, akan diberikan beasiswa. (RK13)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *